Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan

Shakira Percaya Pilihan Paul

JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Penyanyi pop seksi, Shakira, percaya pada pilihan gurita Paul yang memprediksi kemenangan Spanyol di final Piala Dunia 2010. Ia yakin David Villa dan kawan-kawan mampu mengatasi perlawanan Belanda di Stadion Soccer City, Johannesburg, Senin (12/7/2010) dini hari WIB.

"Saya tak berani memprediksi skor tapi saya percaya kepada gurita itu. Jadi, apa pun yang dikatakan Paul, saya akan mengikutinya," kata penyanyi original sound track "Waka-waka" itu kepada FIFA.com.

Pilihan Shakira itu tak semata-mata didasarkan pada pilihan Paul saja. Sebagai penyanyi asal Kolombia, Shakira memiliki keterikatan emosional dengan Spanyol. "Saya pikir tim Spanyol sangat luar biasa dan saya sangat mendukung mereka. Ini adalah tugas moral. Saya keturunan Hispanik dan saya harus mendukung tim Spanyol," tambah musisi bernama lengkap Shakira Isabel Mebarak Ripoll itu.

Shakira nantinya akan tampil di Soccer City tepat sebelum pertandingan dimulai.

Spanyol: Melanjutkan Euforia "El Matador"

BERITA WORLD CUP 2010
Tim Nasional Spanyol.
Senin,4 Januari 2010 | 16:32 WIB
Spanyol: Melanjutkan Euforia "El Matador"

SPANYOL mengakhiri penantian panjangnya untuk meraih trofi bergengsi di ajang sepak bola dunia. Setelah menunggu 44 tahun, "El Matador" bisa tersenyum puas dan bangga, karena akhirnya menjadi juara Piala Eropa 2008, usai mengalahkan Jerman 1-0 di babak final. Skill individu yang mumpuni plus gaya sepak bola yang diperagakan membuat Spanyol layak menjadi jawara di turnamen antara negara-negara Eropa tersebut.

Namun kesuksesan Spanyol ini tampaknya belum lengkap, karena mereka belum pernah menjadi juara Piala Dunia. Prestasi terbaik tim ini adalah menjadi peringkat empat, pada tahun 1950. Selebihnya, mereka lebih banyak tersingkir di putaran kedua meskipun menjadi favorit karena tampil memesona di fase penyisihan grup.

Pada Piala Dunia Jerman 2006, Spanyol juga sangat diperhitungkan. Dengan materi yang nyaris tak jauh berbeda dengan di Piala Eropa 2008, tim besutan Luis Aragones ini menampilkan permainan yang impresif dan sangat meyakinkan. Alhasil, mereka melewati babak penyisihan dengan hasil yang sempurna, lantaran selalu menang sehingga lolos ke putaran kedua sebagai juara Grup H.

Namun di babak 16 besar ini, Spanyol tak berkutik menghadapi Perancis. Eforia sempat melanda "El Matador" ketika David Villa membobol gawang Perancis melalui titik penalti pada menit ke-28. Tetapi setelah itu, Perancis mengamuk dan "si Ayam Jantan" mematuk Spanyol lewat tiga gol yang dihasilkan Frank Ribery, Patrick Vieira dan Zinedine Zidane, untuk menang 3-1. Perjalanan Spanyol pun terhenti di putaran kedua.

Kini, Spanyol yang sejak gagal menembus putaran final Piala Dunia Jerman 1974 selalu lolos, datang ke Afrika Selatan dengan kekuatan yang nyaris tak jauh berbeda dengan ketika menjadi juara Piala Eropa 2008. Amunisi ini tentu saja membuat "El Matador" akan meledak-ledak di Afrika Selatan nanti, sehingga harus diwasdapai oleh lawan mana pun.

Hanya saja, sejarah di Piala Dunia tak memihak kepada Xavi Hernandez dan kawan-kawan. Sepanjang keikutsertaannya, "El Matador" yang menjadi anggota FIFA sejak 1904, cuma satu kali masuk semifinal sebelum kalah dan harus puas sebagai runner-up pada tahun 1950. Padahal sepanjang babak kualifikasi dan penyisihan grup, Spanyol selalu tampil memukau. Tak heran jika negara ini mendapat sebutan "spesialis" kualifikasi.

Nah, sekarang tugas Vicente del Bosque untuk mengakhiri penantian Spanyol di turnamen antara negara ini. Setelah menggantikan posisi Luis Aragones di kursi pelatih, Del Bosque sudah menunjukkan kinerja yang bagus dengan membawa Spanyol tidak terkalahkan di babak kualifikasi Grup 5 Zona Eropa. Bagaimana dengan di putaran final nanti?

Hadirnya tiga bintang di lapangan, Cesc Fabregas, Xavi dan Andres Iniesta, serta duet maut di lini depan, Fernando Torres dan David Villa, membuat Spanyol memiliki potensi yang sangat besar untuk melanjutkan eforia di Piala Eropa 2008. Apalagi, mereka juga dihuni sebagian besar pemain muda berpengalaman, yang tentu saja sangat enerjik dan memiliki semangat yang kuat untuk menang.

Melihat peluangnya, Spanyol yang tergabung di Grup H bersama dengan Swiss, Honduras dan Chili, memiliki peluang yang besar untuk melewati babak penyisihan grup. Tapi selanjutnya, calon lawan tangguh sudah menunggu karena "si Merah" berpeluang besar bertemu di Brasil atau Portugal yang berada di Grup G.

Tetapi semua itu baru prediksi karena kenyataan baru akan terjadi di Afrika Selatan nanti. So, mari kita tunggu sampai di mana langkah "La Furia Roja" di Piala Dunia 2010 ini. (Aloysius Gonzaga Anggi Ebo)

Catatan sejarah Spanyol di Piala Dunia
1930 - Tidak berpartisipasi
1934 - Tersingkir di putaran kedua
1938 - Tidak berpartisipasi
1950 - Peringkat empat
1954 - Tidak lolos kualifikasi
1958 - Tidak lolos kualifikasi
1962 - Tersingkir di putaran pertama
1966 - Tersingkir di putaran pertama
1970 - Tidak lolos kualifikasi
1974 - Tidak lolos kualifikasi
1978 - Tersingkir di putaran pertama
1982 - Tersingkir di putaran kedua
1986 - Tersingkir di perempat final
1990 - Tersingkir di putaran kedua
1994 - Tersingkir di perempat final
1998 - Tersingkir di putaran pertama
2002 - Tersingkir di perempat final
2006 - Tersingkir di putaran kedua

Rekor tim di Piala Dunia
Kemenangan terbesar: 6-1 vs Bulgaria pada 1998.
Kekalahan terbesar: 1-6 vs Brasil pada 1950.
Top skorer sepanjang masa: Raul, Estanislao Basora, Emilio Butragueno, Fernando Morientes dan Fernando Hierro (5 gol).
Penampilan terbanyak: Andoni Zubizarreta (16 pertandingan).
Tuan rumah Piala Dunia: 1982

Statistik
Top skorer: David Villa (7 gol)

Skuad Spanyol
Kiper: Iker Casillas (Real Madrid), Jose Manuel Reina (Liverpool), Victor Valdes (Barcelona)

Belakang: Raul Albiol (Real Madrid), Alvaro Arbeloa (Real Madrid), Joan Capdevila (Villarreal), Carlos Marchena (Valencia), Gerard Pique (Barcelona), Carles Puyol (Barcelona), Sergio Ramos (Real Madrid)

Tengah: Xavi Alonso (Real Madrid), Sergio Busquets (Barcelona), Cesc Fabregas (Arsenal), Andres Iniesta (Barcelona), Javi Martinez (Athletic Club), Xavi Hernandez (Barcelona)

Depan: David Jimenez Silva (Valencia), Jesus Navas Gonzalez (Sevilla), Juan Manuel Mata (Valencia), Pedro Rodriguez (Barcelona), Fernando Llorente (Athletic Club), Fernando Torres (Liverpool), David Villa (Valencia)

Kontingen Coca Cola Bertolak ke Afsel

JAKARTA, AKUJAGOAN.com - Tiga puluh delapan orang yang tergabung dalam Kontingen Coca Cola Indonesia, Selasa (29/6/2010) malam bertolak ke Afrika Selatan untuk menyaksikan Piala Dunia 2010. Pertandingan yang akan disaksikan adalah pertandingan perempat final pertama antara Uruguay melawan Ghana yang akan berlangsung Sabtu (3/7/2010) di Soccer City, Johannesburg.

Tiga puluh delapan peserta itu terdiri dari 32 pemenang berbagai acara yang digelar Coca Cola. Beberapa acara tersebut misalnya pemenang pemain dan pelatih terbaik dalam Piala Coca Cola, penonton yang beruntung dalam throphy tour, promo tutup botol dan beberapa acara lainnya.

Rencananya rombongan akan berada di Afrika Selatan selama 5 hari. Selain menonton pertandingan perempat final, rombongan juga akan mengunjungi sejumlah tempat wisata di sekitar Cape Town. "Agar peserta juga tahu tentang Cape Town dan Afrika Selatan," ungkap Arif Mujahidin, Media Relation Manajer Coca Cola Indonesia yang juga turut serta dalam rombongan.

Hotel Tim Inggris Pun Dibobol Maling

JOHANNESBURG, AKUJAGOAN.com - Maling tenyata tidak mengenal tempat, termasuk di Afrika Selatan, sebagai penyelenggara hajatan piala dunia.

Tim Inggris yang dihancurkan Jerman, dikabarkan kecurian, setelah hotel Royal Marang, yang menjadi bagian dari tempat latihan dibobol maling.

"Ada sekitar empat orang pria dan satu wanita yang ditangkap karena diduga mencuri uang dan barang dari kamar hotel tim Inggris," kata Mthunzi Mhaga, pejabat keamanan Afrika Selatan, Senin (28/6/2010).

Menurut Mhaga, insiden tersebut dilaporkan pihak hotel Sabtu. "Kelima orang yang diduga melakukan pencurian itu ditahan. Mereka dianggap bersalah dan dihukum peradilan khusus Piala Dunia," kata Mhaga.

Para pencuri ini terancam hukuman lima tahun penjara atau denda sekitar 6.000 rands (791,5 dolar AS).

Pemerintah Afrika Selatan telah mempersiapkan 56 peradilan khusus, yang berhubungan dengan kasus yang dialami para penonton di Piala Dunia.

Menurut Mhaga, kelima pencuri tersebut masih tercatat sebagai karyawan Royal Marang Hotel, tempat tinggal tim Inggris, dekat Rustenburg, sekitar 150 Km baratdaya Johannesburg.

Polisi mengatakan, mereka menemukan beberapa barang termasuk medali emas FIFA, uang pound, kaos dan beberapa barang berharga lainnya yang dinilai berharga sekitar 80.000 rands (10.550 dolar AS).

Uruguay, Prestasinya Mengerdilkan Indonesia

PORT ELIZABETH, KOMPAS.com - Siapa bilang mencari sebelas pemain dari jutaan penduduk itu sulit? Buktinya, Uruguay bisa mendapat 23 pemain dari sejumlah kecil penduduk di negara tersebut.

Uruguay adalah negara kecil di tenggara Amerika Selatan. Luasnya sekitar 180.000 km2, sedikit lebih besar dari Pulau Jawa. Dengan jumlah penduduk hampir 4 juta jiwa, kepadatan penduduk di Uruguay hanya sekitar 20 orang/km2. Bandingkan dengan data sensus penduduk 2005 di tanah air, di mana kepadatan penduduk di Jakarta mencapai lebih dari 13.000 orang per km2.

Namun, tengoklah prestasi tim sepak bola Uruguay. Negara ini sudah dua kali juara dunia. Di Piala Dunia 2010 kali ini, tim asuhan Oscar Tabarez itu mampu menembus perempat final pertama sejak 40 tahun silam.

"Kami sebuah negara yang hanya terdiri dari tiga juta penduduk, kami sudah lama mencari hal seperti ini dan kini terjadi. Kami salah satu dari delapan tim terbaik di dunia," kata Tabarez setelah timnya menang 2-1 atas Korea Selatan pada perempat final di Stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth, Sabtu (26/6/2010).

Sama seperti Uruguay, jumlah Korsel juga kalah banyak dibanding Indonesia. Namun, tim "Ginseng" itu dua kali sukses lolos dari fase grup Piala Dunia.

"Tim Korea ini bermain hebat, ini memperlihatkan bagaimana berimbangnya sepak bola di piala dunia. Kemenangan kami berkat pertarungan keras," komentara Tabarez.

Jadi, tidak tepat jika membanding-bandingkan jumlah penduduk dengan prestasi sepak bola sebuah negara. Ketika menyaksikan siaran langsung duel pembukaan antara Afrika Selatan dan Meksiko di Bali, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah berkata, "China juga tidak masuk (Piala Dunia 2010), bukan?" Ini tentu merupakan gurauan paling serius tentang sepak bola Indonesia, yang belum bisa mencari tim bergengsi dari negara berpenduduk lebih dari 200 juta. Uruguay telah mengerdilkan negara-negara yang lebih besar dengan prestasi sepak bola mereka.

Amerika Selatan Sempurna, Eropa Memprihatinkan

BERITA WORLD CUP 2010
Suporter Brasil yang memberikan dukungan kepada tim kesayangannya di Afrika Selatan. Brasil adalah tim tersukses di Piala Dunia, karena sudah lima kali jadi juara dan meraihnya di tiga benua berbeda.
Sabtu,26 Juni 2010 | 06:36 WIB
PRETORIA, AkuJagoan.com - Tim Amerika Latin menunjukkan dominasinya pada fase penyisihan grup Piala Dunia 2010 ini. Chile menjadi negara terakhir yang menggenapi kegemilangan lima tim zona CONMEBOL. Dengan demikian, hasil tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam kurun waktu 20 tahun.


Chile, meskipun kalah 1-2 dari Spanyol pada laga terakhir penyisihan Grup H, Jumat (25/6/10), tetap melangkah ke babak 16 besar. "El Equipo de Todos" mengikuti jejak Argentina, Brasil, Paraguay dan Uruguay, yang sudah lebih dulu meraih tiket tersebut.

Keberhasilan seluruh tim Amerika Selatan ini terakhir kali terjadi pada Piala Dunia Italia 1990. Akan tetapi, kesuksesan tahun 2010 ini lebih superior, karena kecuali Chile, mereka semua menjadi juara grup.

Bandingkan dengan pada tahun 1990. Waktu itu hanya Brasil yang lolos dengan status pemimpin klasemen, sedangkan Argentina, Kolombia dan Uruguay, maju ke putaran berikutnya dengan hanya menempati peringkat tiga.

Pada turnamen tahun 1990, 24 tim terbagi dalam enam grup, dengan empat tim peringkat tiga terbaik maju ke babak 16 besar. Sejak tahun 1998, ketika turnamen ini diikuti 32 tim, hanya dua tim teratas di tiap-tiap grup yang lolos ke fase knock-out.

Jika Amerika Selatan terus mendominasi, bukan tak mungkin mereka akan menguasai babak semifinal. Karena, di perdelapan final mereka belum saling "membunuh", kecuali Brasil yang sudah harus bertemu Chile. Sedangkan yang lainnya, bertemu dengan negara dari zona lain. Uruguay menghadapi Korea Selatan, Argentina bertemu Meksiko, Paraguay ditantang Jepang.

Keberhasilan tim zona CONMEBOL ini diikuti pula tim zona CONCACAF, yaitu Meksiko dan Amerika Serikat. Hanya Honduras yang langsung tersingkir, karena kalah bersaing dengan Chile di Grup H. Artinya, tim-tim dari benua Amerika merajai Piala Dunia 2010.

Bagaimana dengan Eropa? Ternyata, tim dari benua biru ini menuai hasil yang sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, dari 13 negara yang tampil di putaran final ini, hanya enam yang bertahan. Bahkan, finalis Piala Dunia 2006, Perancis dan Italia, tersingkir secara tragis. Ini merupakan prestasi terburuk Eropa sejak Piala Dunia diikuti 32 tim.

Sudah tersisa enam tim, mereka malah harus saling menjegal di perdelapan final. Jerman yang menjadi juara Grup D akan melawan Inggris, runner-up Grup C. Kemudian, Spanyol yang merajai Grup H bakal menghadapi Portugal, runner-up Grup G, begitu juga Slovakia (runner-up Grup F), harus siap-siap bertarung dengan Belanda (juara Grup E). Dengan demikian, bisa dipastikan Eropa hanya akan diwakili tiga tim di perempat final nanti.

Dari kenyataan ini, sudah bisa dipastikan tim dari Eropa bakal melewati jalan yang sangat terjal jika ingin bertahan sampai ke final yang akan berlangsung di Stadion Soccer City, Johannesburg, pada 11 Juli mendatang. Mereka dikepung tim-tim tangguh Amerika Selatan.

Akan tetapi, sejarah menunjukkan bahwa Eropa hampir selalu menempatkan wakilnya di setiap final Piala Dunia sejak turnamen kedua tahun 1934, meskipun pada tahun 1950, Amerika Latin yang berpesta karena Brasil dan Uruguay tampil di partai puncak--Uruguay yang bikin kejutan karena menjadi juara.

Hanya saja, kali ini Piala Dunia diselenggarakan di Afrika. Lagi-lagi sejarah membuktikan, tim Amerika Selatan yang selalu menjadi raja karena Eropa tidak pernah mengangkat trofi jika turnamen empat tahunan ini diselenggarakan di luar benuanya.

Brasil yang melakukan hal tersebut, ketika jadi juara di tiga benua berbeda. Selain di benua Amerika, "Selecao" juga pernah juara di Eropa pada Piala Dunia Swedia 1958 dan di Asia pada Piala Dunia Korea Selatan/Jepang 2002.

So, siapa yang menjadi juara kali ini?

Fabregas: "The Yanks" Paling Menggetarkan

BERITA WORLD CUP 2010
Gelandang Amerika Serikat Landon Donovan merayakan golnya ke gawang Aljazair dalam pertandingan penyisihan Grup C Piala Dunia 2010 di Stadion Loftus Verfeld di Kota Tshwane/Pretoria, Rabu (23/6/2010).
Sabtu,26 Juni 2010 | 06:29 WIB
DURBAN,AkuJagoan.com - Gelandang Spanyol, Cesc Fabregas, menilai, pertandingan Amerika Serikat (AS) versus Aljazair, adalah pertandingan paling seru selama babak penyisihan grup. Alasannya adalah karena hasil akhir laga itu, 1-0 untuk AS, ditentukan oleh gol Landon Donovan di masa injury time.

AS dan Aljazair berada di Grup C bersama dengan Inggris dan Slovenia. Sebelum keduanya berlaga, AS berada di tempat kedua dengan dua poin atau cuma unggul selisih gol dari Inggris di tempat ketiga dan kalah dua angka dari Slovenia di puncak klasemen.
Mengingat laga versus Aljazair merupakan laga terakhir, AS membutuhkan kemenangan 1-0 saja untuk masuk babak 16 besar. Hasil selain itu akan membuat Inggris dan Slovenia melaju.

Untuk mendulang satu gol saja, AS kesulitan setengah mati. Namun, mereka tak menyurutkan semangat dan intensitas permainan, ketika laga memasuki masa injury time.

Hasilnya, pada menit pertama, dari empat menit injury time yang diberikan wasit Frank De Bleeckere, Donovan berhasil menyarangkan bola ke gawang Aljazair. Berkat hasil itu, AS maju ke 16 besar sebagai juara grup.

Melihat semangat juang "The Yanks", Fabregas mengaku yakin, AS mampu melaju setidaknya sampai babak semifinal.

"Momen terbaik bagiku di Piala Dunia sejauh ini adalah ketika AS mencetak gol di menit terakhir saat melawan Aljazair. Itu adalah akhir yang luar biasan dan merupoakan yang paling berkesan bagiku," ujar Fabregas.

"Setiap orang membicarakan itu. Itu adalah momen hebat dan mereka adalah tim besar. Kami menemukan bahwa ketika mereka mengalahkan kami di semifinal Piala Konfederasi tahun lalu,"

"Jadi, aku tak terkejut mereka bisa finis sebagai juara grup. Mereka bugar dan kuat dan berbahaya saat melakukan serangan balik,"

"Mereka memiliki semangat juga. Mereka ketinggalan dua gol saat melawan Slovenia dan bermain imbang. Kemudian mereka mencetak gol di masa injury time untuk lolos,"

"AS tak pernah menyerah. Itu kenapa aku percaya mereka bisa melangkah lebih jauh, yaitu karena mereka berjuang sampai akhir dan bekerja keras,"

"Mereka adalah tim yang bagus. Mereka bertemu Ghana di 16 besar dan kemudian mungkin Uruguay di perempat final. Jadi, aku bisa melihat mereka mencapai semifinal dan kemudian, siapa tahu apa yang mungkin terjadi," paparnya.

Pesta Besar Portugal,Singkirkan Korut

BERITA WORLD CUP 2010
Kapten Portugal Cristiano Ronaldo (kiri) dan gelandang Tiago merayakan gol Raul Meireles (tak tampak) ke gawang Korea Utara pada penyisihan grup Piala Dunia 2010 di Stadion Green Point, Cape Town, Senin (21/6/2010).
Senin,21 Juni 2010 | 20:21 WIB
Pesta Besar, Portugal Singkirkan Korut

CAPE TOWN, AKUJAGOAN.com — Portugal bisa dipastikan lolos ke babak 16 besar setelah menang telak 7-0 atas Korea Utara. Bagi Korut, kekalahan ini sekaligus mengubur harapan mereka lolos ke fase gugur.

Meski mendapatkan perlawanan keras dari Korut sepanjang babak pertama, Portugal berhasil mencetak empat gol dalam waktu satu jam. Tiga gol di antaranya bahkan tercipta dalam waktu tujuh menit pada awal babak kedua. Tiga gol terakhir juga dicatat dalam waktu tujuh menit menuju akhir laga.

Jika melihat permainan kedua tim di babak pertama, maka rasanya sulit memercayai kemenangan besar Portugal tersebut. Meski mendominasi sepuluh menit pertama, "A Selecao" juga mendapat tekanan dari Korut pada sepuluh menit berikutnya.

Dengan penuh ketenangan, Portugal meladeni permainan cepat "Chollima". Kesabaran "A Selecao" itu berbuah ketika Raul Meireles mendapat umpan terobosan dari Tiago pada menit ke-29. Tanpa kawalan, Meireles melepas tendangan menyusur tanah melewati Myong-guk. Gol, Portugal memimpin 1-0 sampai turun minum.

Setelah jeda, Portugal langsung memberondong Korut dengan tiga gol. Trigol itu diawali dengan gol Simao Sabrosa pada menit ke-53 seusai bekerja sama dengan Meireles di depan kotak penalti.

Tiga menit kemudian, Hugo Almeida mengakhiri crossing silang Fabio Coentrao dengan sundulan apik ke gawang Myong-guk. Tepat pada menit ke-60, aksi Ronaldo di sayap kiri menghasilkan assist cantik kepada Tiago dan disodok dengan keras ke gawang lawan. Dalam tujuh menit, Portugal mencetak tiga gol lewat umpan-umpan indah.

Tak lama berselang, Ronaldo kembali memberikan ancaman melalui operan-operannya. Dari sayap kanan, CR7 melepas crossing kepada Meireles pada menit ke-63. Meireles gagal mengarahkan bola dengan tepat. CR7 kembali mengoper bola dari sayap, kali ini di sektor kiri, kepada Coentrao. Namun, sepakan Coentrao juga melebar.

Setelah Meireles ditarik keluar, Ronaldo mulai unjuk gigi. Pada menit ke-70, winger Real Madrid itu menjajal sendiri peruntungannya. Dari luar kotak penalti, ia melepas tendangan keras ke pojok gawang. Apes, bidikannya membentur mistar. Dua menit berikutnya, ia mencecar Myong-guk dari kanan. Ini pun gagal karena bola mengarah kepada kiper.

Gol kelima terjadi setelah Liedson masuk menggantikan Hugo Almeida. Memanfaatkan kesalahan Ri Kwang-chong, striker senior itu mencuri bola dan dengan mudah menendangnya ke gawang Myong-guk.

Liedson kembali merebut bola pada menit ke-87 dan bola pun mengarah kepada Ronaldo. CR7 maju ke depan dan mengelabui Myong-guk sebelum menceploskan si kulit bulat ke gawang kosong. Hanya berselang satu menit, Tiago mencetak gol keduanya pada pertandingan ini. Kali ini gol bermula dari umpan silang Coentrao.

Habis sudah perlawanan Korut. Hal ini juga menjadi kekalahan terbesar dalam Piala Dunia 2010. Skor ini semakin mempersulit Pantai Gading untuk menemani Brasil ke fase knock out. Rasanya mustahil Pantai Gading bisa melewati selisih sembilan gol dari Portugal.

Susunan pemain:
Portugal:
Eduardo; Miguel, Carvalho, Alves, Coentrao; Tiago, Mendes, Meireles (Veloso 70); Ronaldo, Simao (Duda 74), Almeida (Liedson 77).

Korea Utara: Myong-guk, Jong-hyok (Song-chol 74), Chol-jin, Jun-il, Kwang-chon, Yun-nam; Mun In-guk (Yong-jun 59), Yong-hak, Nam-chol (Kum-il 58), Yong-jo; Tae-se.




Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Ke Blog Ini.Dan Folow AkuJagoan Dalam Facebook AkuJagoan.Dan Harap Untuk Mengisi Buku Tamu.Terima Kasih Atas PerhatianNya.

Jangan Lengah Swiss

BERITA WORLD CUP 2010
Pelatih Swiss, Ottmar Hitzfeld.
Senin,21 Juni 2010 | 15:11 WIB
Hitzfeld: Jangan Lengah, Swiss!

PORT ELIZABETH, AkuJagoan.com - pelatih timnas Swiss Ottmar Hitzfeld secara tegas meminta skuadnya untuk tidak terlena pascakemenangan atas Spanyol di laga perdana penyisihan Grup H Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Sebaliknya, Hitzfeld meminta "Schwizer Nati" untuk menjaga konsentrasi mereka.

"Kami punya tim yang memiliki karakter kuat, dan semua pemain sangat berpengalaman. Ada beberapa pemain muda, tapi saya pikir semua pemain sadar betapa sensasionalnya kemenangan atas Spanyol. Namun para pemain juga tahu bahwa mereka tak bisa menganggap hal tersebut sebagai acuan untuk bisa mengempaskan Cile dengan mudah," ungkap mantan pelatih Bayern Muenchen ini.

Lebih lanjut Hitzfeld juga mengingatkan Philippe Senderos dkk. untuk tetap mewaspadai Cile, yang di pertandingan pertamanya juga berhasil menggebuk Honduras 1-0. Meski ia tetap berkeyakinan pasukannya bisa mengungguli Cile di Stadion Nelson Mandela Bay, malam nanti.

"Kami tahu ini bukan tak mungkin, meski ini akan menjadi pertandingan berat. Ada beberapa tim yang menang di pertandingan pertama dan kalah pada pertandingan kedua, demikian pula sebaliknya. Di Piala Dunia, banyak tim yang berjuang mati-matian dan meraih hasil perjuangan mereka. Itulah indahnya sepak bola. Selalu mengejutkan," papar Hitzfeld seperti dikutip dari Sky Sports.

Di mata Hitzfeld, kemenangan atas Cile akan mengamankan jalan mereka menuju putaran selanjutnya. Pasalnya, di luar Spanyol yang difavoritkan, kompetitor utama Swiss sebenarnya adalah pasukan "La Roja".

"Melawan Cile kami punya aspirasi berbeda karena Cile adalah kompetitor langsung kami untuk mengejar posisi runner up. Tapi sekarang kami punya kesempatan untuk menjadi juara grup, dan kami harus berusaha keras untuk mengejar kesempatan tersebut dengan kedua tangan kami," tukas Hitzfeld


Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Ke Blog Ini.Dan Folow AkuJagoan Dalam Facebook AkuJagoan.Dan Harap Untuk Mengisi Buku Tamu.Terima Kasih Atas PerhatianNya.

BERITA WORLD CUP 2010


Bek Meksiko, Rafael Marquez (tengah), berlari merayakan golnya ke gawang Afrika Selatan pada laga pembuka Piala Dunia 2010 di Stadion Soccer City, Johannesburg, Jumat (11/6/2010).
Jumat,11 Juni 2010 | 22:53 WIB
Meksiko Batalkan Pesta Afsel

JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Kemeriahan pesta Piala Dunia 2010 Afrika Selatan sedikit terganggu setelah tuan rumah gagal mempertahankan kemenangan melawan Meksiko. Di laga pembuka Grup A, Afsel harus puas dengan hasil imbang 1-1.

Pertandingan di Stadion Soccer City, Jumat (11/6/2010), berlangsung alot, terutama di babak kedua. Gol Siphiwe Tshabalala di menit ke-54 itu mengubah skor menjadi 1-0 untuk kemenangan sementara bagi "Bafana Bafana". Padahal, di sepanjang paruh pertama, Aaron Mokoena dkk kalah dalam segala hal dibanding Meksiko. Afsel bahkan nyaris kebobolan jika wasit mengesahkan gol Carlos Vela di menit ke-38.

Setelah bermain cepat di 45 menit pertama, kedua tim justru menurunkan tempo di babak kedua. Ini memancing Meksiko untuk menerobos ke barisan belakang tuan rumah.

Afsel memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang balik. Berawal dari umpan panjang Kagisho Dikgacoi, Tshabalala membawa bola sendirian di sayap kiri. Setelah masuk kotak penalti lawan, gelandang serang itu melepas tembakan kaki kiri ke pojok kanan gawang Oscar Perez.

Permainan langsung memanas seusai gol itu. Tak lama berselang, Giovani Dos Santos kembali mengancam gawang Itumeleng Khune. Khune kembali membuat penyelamatan gemilang. Gerakan terbangnya berhasil mengusir bola di kiri gawang.

Afsel kembali mendapat kesempatan emas di menit ke-72. Teko Modise merangsek ke kotak terlarang dan tinggal berhadapan dengan Perez. Kali ini Perez lebih jago menangkis bola.

Kondisi ini memaksa Pelatih Meksiko Javier Aguirre untuk memasukkan tiga pemainnya demi meningkatkan serangan. Gelandang senior Cuauhtemoc Blanco masuk menggantikan Vela, sedangkan Andres Guardado mengisi tempat Paul Aguilar.

Berkat umpan Guardado, Rafael Marquez berhasil menyamakan skor di menit ke-79. Marquez yang tadinya diragukan tampil akibat cedera dapat lepas dari jebakan offside di sayap kiri pertahanan "Bafana Bafana".

Jelang laga berakhir, Afsel hampir menambah gol. Dasar apes, sepakan Katlego Mphela mengenai tiang kiri gawang Perez. Skor imbang menutup laga pembuka ini.

Susunan pemain:
Afsel:
Khune; Gaxa, Mokoena, Khumalo, Thwala (Masilela 46); Letsholoyane, Dikgacoi; Modise, Tshabalala, Pienaar (Parker 83); Mphela.

Meksiko: Perez; Aguilar (Guardado 55), Osorio, Rodriguez, Salcido; Juarez, Marquez, Torrado; Dos Santos, Vela (Blanco 69); Franco (Hernandez 73).


Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Ke Blog Ini.Dan Folow AkuJagoan Dalam Facebook AkuJagoan.Dan Harap Untuk Mengisi Buku Tamu.Terima Kasih Atas PerhatianNya.

Mandela Batal Hadiri Pembukaan Piala Dunia

Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela (tengah), batal menghadiri upacara pembukaan Piala Dunia 2010, Jumat (11/6/10).
JUMAT, 11/6/2010 | 16:51 WIB

JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Mantan presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, batal menyaksikan seremoni pembukaan Piala Dunia 2010 Afsel. Hal itu terjadi karena Mandela harus menghadiri pemakaman cicitnya, Zenani, yang tewas pada Jumat (1/6/2010).

Kepastian pembatalan kehadiran Mandela telah dikonfirmasi juru bicara keluarga, Sello Hatang dari The Nelson Mandela Foundation.

"Tentu sangat tidak pantas bagi Mandela, bila ia memutuskan untuk tetap datang ke upacara pembukaan Piala Dunia," ujar Hatang seperti dikutip dari CNN.

Zenani, yang baru berusia 13 tahun, dilaporkan meninggal Jumat (11/6/2010) pagi tadi, akibat kecelakaan mobil dalam perjalanan pulang ke rumahnya, usai menyaksikan Konser Piala Dunia di Orlando Stadium, Sombeto.

Menurut kepolisian yang menyeldiki peristiwa naas itu, tak ada kendaraan lain yang terlibat dengan insiden ini. Polisi menduga kematian Zenani karena kelalaian sang sopir.

Saat ini, sopir yang mengemudikan mobil yang ditumpangi Zenani telah ditangkap. Ia diamankan pihak berwajib atas dugaan pembunuhan dan mengemudikan kendaraan bermotor dalam keadaan mabuk.


Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Ke Blog Ini.Dan Folow AkuJagoan Dalam Facebook AkuJagoan.Dan Harap Untuk Mengisi Buku Tamu.Terima Kasih Atas PerhatianNya.

Gerrard: Inggris Butuh Start Mulus


Steven Gerrard
JUMAT, 11/6/2010 | 15:56 WIB

RUSTENBURG, KOMPAS.com - Midfielder Inggris, Steven Gerrard, mewajibkan timnya untuk mengawali langkah di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dengan mulus. Caranya adalah dengan menekuk Amerika Serikat di Stadion Royal Bafokeng, 12 Juni mendatang.

Bagi Gerrard, start yang diawali dengan kemenangan akan menambah kepercayaan diri timnya di partai-partai selanjutnya. Delapan tahun lalu, Inggris mengawali turnamen dengan hasil imbang 1-1 melawan Swedia. Akibatnya, Inggris terseok-seok dan hanya mampu lolos sebagai runner up grup. Langkah 'The Three Lions" akhirnya terhentikan di babak perempat final oleh Brasil.

"Sangat penting bagi kami untuk memulai turnamen dengan bagus. Kami harus mendapatkan hasil yang baik," kata Gerrard.

"Amerika Serikat adalah tim yang kuat, jadi aku pikir sangat penting bagi kami untuk menancapkan kemampuan kami di awal turnamen. Selanjutnya semua orang tahu apa yang mampu kami lakukan karena kami membidik untuk maju ke babak selanjutnya," lanjutnya.

Gerrard sendiri dipastikan akan bermain melawan Amerika. Kapten baru Inggris itu akan berduet dengan Frank Lampard sebagai jangkar di lini tengah "The Three Lions". Pelatih Inggris, Fabio Capello, telah menentukan 11 nama yang akan ia mainkan di partai pembukaan Grup C.



Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Ke Blog Ini.Dan Folow AkuJagoan Dalam Facebook AkuJagoan.Dan Harap Untuk Mengisi Buku Tamu.Terima Kasih Atas PerhatianNya.

Inggris Bicara Amerika


Ilustrasi.
JUMAT, 11/6/2010 | 16:16 WIB

LONDON, AkuJagoan.com - Jika berbicara mengenai hubungan internasional, Inggris dan Amerika Serikat memiliki hubungan yang harmonis. Namun, jika berbicara sepak bola, Inggris dan Amerika adalah musuh besar. Kini keduanya akan berhadapan di partai pembukaan Grup C Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, 12 Juni mendatang.

Beberapa tokoh sepak bola Inggris melontarkan pendapatnya mengenai duel panas tersebut. "Jangan tertipu. Amerika tidak memiliki kekuatan dan mereka terlalu bergantung kepada Landon Donovan," kata mantan penyerang Inggris, Gary Lineker.

"Ini akan menarik. Kemenangan takkan didapat dengan mudah. Ini adalah pertandingan yang sulit. Amerika sudah melakukan persiapan dengan baik dan ini akan menjadi tes yang sulit bagi kami," kata mantan penyerang Inggris, Jimmy Greaves.

"Jika saya adalah seorang bek Amerika, saya akan menempel Wayne Rooney. Para pemain Amerika telah mengatakan bahwa mereka akan membuat dia marah, dan jika saya bermain melawan Rooney, saya juga akan melakukan hal yang sama," kata mantan kapten Inggris, Terry Butcher.

"Saya khawatir mengenai kemampuan Amerika Serikat. Anda harus khawatir jika akan melawan mereka. Pada tahap ini, tak ada tim yang mudah. Pemain-pemain Amerika bermain di klub-klub besar Eropa," kata mantan penyerang Inggris, Andy Cole.

"Kami bermain dengan buruk di pertandingan persahabatan. Jika kami bermain seperti itu melawan Amerika, kami akan kalah karena mereka adalah tes yang berat bagi kami. Mereka memiliki pemain-pemain yang berlaga di Premier League dan Eropa. Mereka memiliki banyak pengalaman, jadi ini merupakan pertandingan yang sulit bagi kami," kata kiper legendaris Inggris, Gordon Banks.


Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Ke Blog Ini.Dan Folow AkuJagoan Dalam Facebook AkuJagoan.Dan Harap Untuk Mengisi Buku Tamu.Terima Kasih Atas PerhatianNya.

SPESIAL: Sepuluh Pemain 'Tua' Yang Bakal Bersinar Di Piala Dunia 2010

Inilah kandidat sepuluh pemain tua yang bakal bersaing dengan para juniornya di Piala Dunia 2010.

Oleh F.Akbar

11 Jun 2010 16:13:00

Juan Sebastian Veron - Lazio (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Juan Sebastian Veron - Lazio(Getty Images)
Tak ada rumus baku yang menjamin usia bisa menjadi penghalang untuk berprestasi. Di Piala Dunia edisi kali ini, para 'pemain tua' itu ternyata ingin membuktikan; usia bukanlah penghalang!

Berikut ini adalah sepuluh pemain tua versi GOAL.comIndonesia yang masih memiliki kesempatan untuk menyinari sekitarnya. Untuk kategorisasi pemain tua ini dibatasi pada pemain yang berusia 34 tahun atau yang terlahir minimal pada tahun 1976.


Juan Veron (Argentina)

Gelandang berusia 35 tahun milik Estudiantes La Plata ini telah memberi bukti kalau usia bukanlah halangan untuk bisa bersaing dengan para juniornya.

Bukti itu ia perlihatkan setelah dua tahun berturut-turut, 2008 dan 2009, berhasil menyabet predikat sebagai Pemain Terbaik Amerika Selatan. Tahun lalu dia juga memiliki peran besar ketika membawa klubnya meraih mahkota Copa Libertadores.

Di Piala Dunia kali ini, pelatih Diego Maradona masih memberikan kepercayaan besar kepadanya. Sementara bagi Veron, kesempatan berlaga di Afrika Selatan ini menjadi medium penting juga untuk menjawab kritik fans Argentina. Saat itu, fans marah karena Argentina yang dijadikan favorit pada Piala Dunia 2002 tersisih dari putaran pertama. Akankah Veron bersinar? Tunggu saja aksinya nanti.


Giovanni van Bronckhorst (Belanda)

Dalam wawancaranya kepada laman resmi FIFA, Giovanni van Bronckhorst pernah berucap,"Piala Dunia kali ini adalah impian terbesar saya."

Ada optimisme yang menggunung di dada pemain bertahan senior tim nasional Belanda ini. Bukan sekedar ambisi, tapi hanya trophy Piala Dunia saja yang hingga kini belum pernah diangkatnya. Padahal di level profesional, hampir semua klub yang pernah dibelanya, Bronckhorst selalu bisa menyabet gelar.

Dengan ambisi besar dan ban kapten timnas yang berada di lengan, rasanya pemain kelahiran 5 Februari 1975 ini bisa menjadi panutan sekaligus memperlihatkan kualitas terbaiknya.


Hans Joerg Butt (Jerman)

Pada 28 Mei lalu, usia Hans Joerg Butt ini baru saja genap 36 tahun. Walau usia terus menggerus, tapi jangan pernah ragukan kemampuannya ketika berada di bawah mistar.

Walau di Afrika Selatan nanti, pelatih Jerman Joachim Loewhanya menempatkannya sebagai kiper ketiga, tapi bukan berarti ia akan kehilangan pamornya.

Sepanjang musim kemarin, penampilannya tidak terlalu buruk bersama Bayern Munich. Berdasarkan grafik penilaian yang diberikan Castrol Index, grafiknya terbilang terbilang cukup stabil. Bahkan pada Oktober tahun lalu tercatat sebagai fase terbaiknya selama tampil di berbagai kompetisi.


Denis Caniza (Paraguay)

Bek Paraguay ini bernama Denis Caniza. Ia menjadi salah satu pemain uzur yang kini tampil di Afrika Selatan. Pemain yang sudah 98 kali tampil di level internasional ini merupakan pemain kelahiran 29 Agustus 1974.

Di lini belakang timnya, ia memang akan bersaing dengan beberapa pemain yang lebih muda seperti Dario Veron, Paulo Da Silva maupun Antolin Alcaraz. Tapi, pelatih Gerardo Martino tampaknya masih memiliki kepercayaan besar kepada pemain ini.


Fabio Cannavaro (Italia)

Siapa yang tak kenal ketangguhnya dalam mengawal lini pertahanan? Meski penampilannya sempat naik-turun di sepanjang musim 2009/2010 bersama Juventus, namun nama Fabio Cannavaro ini masih tetap menjadi salah satu pilihan yang tak ingin diabaikan oleh pelatih tim nasional Italia Marcello Lippi.

Di Afrika Selatan nanti, Cannavaro telah berusia lebih dari 36 tahun. Ban kapten juga masih akan melingkar di lengannya. Kehadirannya di Piala Dunia edisi kali ini diyakini tak hanya bisa memberi kesempatannya memperlihatkan kemampuan terbaiknya sebagai seorang pemain.

Tapi ketenangan dan kedewasaan pemain ini diharapkan juga bisa menjadi inspirator bagi rekan-rekannya dalam menjawab segala kritikan publik di negaranya.


Guillermo Franco (Meksiko)

Guillermo Franco merupakan salah satu pemain paling senior yang ada di tubuh tim nasional Meksiko. Penyerang kelahiran 3 November 1976 ini adalah veteran dari Piala Dunia edisi sebelumnya di Jerman.

Umur bukanlah kendala bagi pemain milik West Ham United ini untuk bersaing dengan rekan-rekan setimnya. Bekal dari kompetisi Liga Primer Inggris yang ketat akan menjadi jaminan baginya untuk tetap bisa bersaing di level tertinggi di Piala Dunia kali ini.


Gilberto Melo (Brasil)

Hingga kini Gilberto Melo masih menjadi pilihan bagi pelatih tim nasional Brasil Dunga dalam mengawal lini pertahanan Selecao. Usianya kini telah bergerak melewati 34 tahun.

Tapi urusan stamina, jangan pernah ragukan kemampuannya dalam menutup setiap pergerakan para penyerang lawan. Hingga kini, bek yang memiliki tinggi badan 180 cm ini sudah 33 kali tampil dan diharapkan bisa tampil lebih baik lagi di Afrika Selatan kelak.


Gilberto Silva (Brasil)

Gilberto Silva adalah pemain lainnya dari skuad Brasil di Piala Dunia kali ini yang akan segera genap berusia 34 tahun. Pemain yang mempunyai spesialisasi sebagai gelandang bertahan ini sekarang merumput bersama klub elite di Yunani, Panathinaikos.

Di sepanjang laga kualifikasi Piala Dunia kemarin, pelatih Dunga memberikan kepercayaan kepada pemain ini untuk tampil secara reguler.

Penampilannya yang solid juga sudah diperlihatkannya ketika mengantarkan Selecao meraih banyak gelar. Termasuk yang terakhir ketika tampil di pentas Piala Konfederasi di Afrika Selatan tahun lalu.


Mark Schwarzer (Australia)

Sepanjang musim kompetisi 2009/10, Mark Schwarzer tercatat sebagai tumpuan utama Fulham di bawah mistar dalam melakonipersaingan di kompetisi Liga Primer Inggris.

Kiper tim nasional Australia ini memberi bukti kuat, umur bukan alasan untuk menjadi kendur dalam penampilan. Pemain kelahiran 6 Oktober 1972 ini tercatat juga sebagai salah satu pemain tertua yang tampil di Afrika Selatan.

Tapi untuk urusan menjadi palang pintu terakhir, jangan pernah ragukan kemampuannya. Meski data pemeringkatan pemain yang diberikan Castrol Index terlihat grafik Schwarzer terus melorot hingga di akhir musim, namun rasanya cerita bakal berbeda ketika tampil di Piala Dunia. Bekal pengalaman 70 kali tampil, rasanya cukup untuk melihat kemampuan pemain ini untuk tetap bersinar di usia yang tak lagi muda.

Martin Palermo (Argentina)

Martin Palermo adalah striker tua yang masih energik dimiliki Argentina. Pemain yang 7 November mendatang genap berusia 37 tahun ini merupakan salah satu pemain pilar buat klub Boca Juniors.

Sejauh ini, produktifitasnya dalam mencetal gol seperti tak pernah tumpul. Dari seluruh kompetisi yang telah dilakoninya, pemain ini tercatat sudah mengoleksi 218 gol.

Ia tampaknya akan tetap menjadi ancaman yang bakal membahayakan bagi lini pertahanan lawan. Pemain yang memiliki tinggi badan 188 cm ini juga sangat berbahaya jika duel di udara.


Anda mempunyai pilihan lain terhadap pemain-pemain tua yang akan tampil di Piala Dunia 2010? Atau menurut Anda siapa di antara daftar pemain ini yang bakal paling bersinar pamornya?

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Ke Blog Ini.Dan Folow AkuJagoan Dalam Facebook AkuJagoan.Dan Harap Untuk Mengisi Buku Tamu.Terima Kasih Atas PerhatianNya.

Spanyol Tak Ingin Difavoritkan

Spanyol lebih berhati-hati setelah makin difavoritkan meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya.

Oleh Ivena Kasatyo

11 Jun 2010 04:56:00

Silva, Villa, Iniesta, Xavi, España, Polonia (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Silva, Villa, Iniesta, Xavi, España, Polonia (Getty Images)
Spanyol makin percaya diri menghadapi Piala Dunia 2010. Kemenangan besar 6-0 atas Polandia pada pertandingan ujicoba terakhir memantapkan persiapan Spanyol sebelum berlaga di Afrika Selatan.

Sukses tersebut menjadikan Spanyol makin difavoritkan memenangi Piala Dunia untuk pertama kalinya. Apalagi, status mereka sebagai juara Eropa.

Hanya, pelatih Vicente del Bosque berharap pemainnya tetap tenang dan tidak terlena. Hal senada diungkapkan gelandang Xavi Hernandez saat menanggapi harapan tinggi Spanyol bakal menjadi juara dunia.

"Kami harus makin hati-hati. Persoalannya, kami diyakini lebih berpeluang sebagai kandidat untuk memenangkan Piala Dunia dibandingkan tim favorit lainnya," kata Xavi.

Spanyol makin difavoritkan setelah kembali diperkuat striker Fernando Torres. Penyerang Liverpool ini langsung mencetak gol ke gawang Polandia setelah absen selama dua bulan akibat cedera lutut.

Hanya, Spanyol terpaksa kehilangan gelandang Andres Iniesta pada laga perdana melawan Swiss, Rabu (16/6). Gelandang Barcelona ini absen karena cedera kaki.

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Ke Blog Ini.Dan Folow AkuJagoan Dalam Facebook AkuJagoan.Dan Harap Untuk Mengisi Buku Tamu.Terima Kasih Atas PerhatianNya.

Italia Tidak Diperkuat Buffon?

Italia Tidak Diperkuat Buffon?

Lippi mulai mengkhawatirkan kesiapan Buffon tampil di Piala Dunia akibat cedera selepas partai melawan Milan.

Oleh Anugerah Pamuji

16 Mei 2010 16:44:00

Gigi Buffon - Juventus (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Gigi Buffon - Juventus (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Pasca bentrok dengan AC Milan, kiper andalan Juventus dan juga timnas Italia Gianluigi Buffon disinyalir mengalami cedera di pergelangan kaki.

Persoalan tersebut mencuatkan spekulasi mengenai kans dirinya tampil di Piala Dunia yang tinggal dalam hitungan hari pagelaran akbar dunia tersebut akan bergulir.

Namun, tingkat keparahan cedera Buffon juga masih kabur. Hal itu membuat peracik strategi Italia Marcello Lippi sedikit ketar-ketir karena sebentar lagi akan mendaftarkan secara resmi skuad yang akan diboyong ke Afrika Selatan pekan depan.

Laporan lain menyebut, laga kontra Rosoneri kemarin menjadi pertandingan terakhir Buffon bersama Bianconerikarena dirinya berencana akan hengkang akibat kecewa berat terhadap kiprah malang Juventus sepanjang musim 2009/2010.


cedera,Ballack Terancam Absen Di Piala Dunia


LONDON, KOMPAS.com - Gelandang Jerman dan Chelsea, Michael Ballack terancam batal tampil di Piala Dunia 2010 akibat cedera pergelangan kaki yang dialami saat membela klubnya final Piala FA melawan Portsmouth, Sabtu (15/5/2010).

Ballack yang kini tengah menunggu hasil pemeriksaan medis. Ia mengaku berharap, apa pun hasil tes itu, ia bisa pulih sebelum putaran final Piala Dunia dimulai. Sementara Jerman akan menghadapi Australia di Grup D pada laga pertama tanggal 13 Mei 2010.


"Ini bukan waktu tepat. Tapi aku harus menunggu hasil scan sampai hari dan kemudian kita akan tahu lebih banyak," kata Ballack kepada Sky Sports.

"Mudah-mudahan aku bisa bermain (melawan Australia) tapi seperti yang kau tahu aku mungkin keluar pertandingan dan tidak bisa melanjutkan, tapi itu tidak buruk," sebutnya

Sementara itu, Kevin-Prince Boateng yang mengganjal Ballack sampai cedera hanya mendapat kartu kuning dari wasit Chris Foy. Ballack menilai, keputusan tersebut kurang adil.

"Ini tidak baik dalam sepak bola dan tak seorang pun menginginkannya. Dia berhasil lolos dan mendapat kartu kuning," tandas Ballack. (SCW)

Kiper Afsel Andalkan suporter

CAPE TOWN - Menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010, memang keuntungan tersendiri bagi Afrika Selatan (Afsel). Sang penjaga gawang, Itumeleng Khune, pun mengandalkan dukungan seluruh publik Bafana sebagai pemacu motivasi para pemain.

Afsel berada si Grup A bersama Prancis, Meksiko dan Uruguay. Ya, ketiga rival termasuk dalam kategori tim yang sudah berpengalaman di kancah kompetisi dunia paling bergengsi ini.

Namun, Khune yakin skuad asuhan Carlos Alberto Parreira mampu menunjukkan kualitas di hadapan publik sendiri, yang setia mendukung secara langsung maupun kerap dikirimkan melalui pesan singkat.

“Merupakan motivasi tersendiri dengan adanya dukungan dari seluruh publik. Kami sangat senang karena selalu mendapat dukungan dimana pun kami berada,” aku Khune, dikutip dari Goal, Sabtu (15/5/2010).

“Meski kami hanya latihan, mereka datang ke stadion atau hanya mengirimkan dukungan lewat pesan singkat. Ini membuat kami bangga dan memotivasi kami memberikan yang seharusnya mereka dapatkan,” lanjut penjaga gawang nomor satu Kaizer Chiefs.

“Ini kesempatan baik, dimana kami bisa berlaga di Piala Dunia menghadapi tim-tim kuat. Tapi Anda harus ingat, bahwa tim kuat tidak selamanya eksis. Jadi, kami harus menerima tim manapun yang siap melawan kami,” tandas penjaga gawang yang genap 23 tahun, pada 20 Juni mendatang.
(far)