Obat dan Teman di Saat Terakhir Gesang

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Maestro keroncong Gesang Martohartono (93) tertawa saat menerima kunjungan sejumlah pelajar di rumahnya di Kampung Kemlayan, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (10/5/2010).

- Sepuluh hari yang lalu tepatnya Senin siang, belasan pelajar mengunjungi maestro keroncong Gesang Martohartono (93) di rumahnya di Kampung Kemlayan, Kota Solo, Jawa Tengah.

Meskipun Gesang baru sembuh dari sakit, tapi dia terlihat gembira, tawanya merekah ketika para pelajar menghiburnya dengan menyanyikan sejumlah lagu ciptaannya termasuk lagu Bengawan Solo yang legendaris.

Kegembiraan itu mengobati dan menemani hari senja sang maestro. Waktu berkata lain, tiga hari kemudian, dia harus kembali dirawat. Gesang dibawa ke RS PKU Muhammadiyah karena mengeluhkan mual dan tidak mau makan.

Sebelumnya Gesang berulang kali menjalani rawat inap karena gangguan prostat dan jantung. Hingga Senin 17 Mei 2010 dia terbaring dan mendapat perawatan intensif di ICU rumah sakit dengan ditemani adiknya Kayati (77).

Kamis 20 Mei 2010 pukul 18.00, sang khalik berkehendak. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun...Gesang akhirnya berpulang. Selamat jalan legenda tanah air.

Tulisan Di Atas Boleh Di Copy Dan Paste.Tulis Asal NaraSumber..


Ditulis Oleh : Fauzi Akbar // Kamis, Mei 20, 2010
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar