Pemerintah Serahkan Tanah Negara kepada 5.141 Keluarga

Peringatan Hari Agraria ke-50 di Istana Bogor

Pemerintah Serahkan Tanah Negara kepada 5.141 Keluarga

Presiden SBY dan Ibu Ani mencermati sertifikat tanah negara yang diredistribusikan kepada petani, sebelum menyerahkannya, pada peringatan Hari Agraria ke-50 di Istana Bogor, Kamis (21/10) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani mencermati sertifikat tanah negara yang diredistribusikan kepada petani, sebelum menyerahkannya, pada peringatan Hari Agraria ke-50 di Istana Bogor, Kamis (21/10) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, menghadiri peringatan Hari Agraria Nasional ke-50 yang digelar oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/10) pagi. Tema peringatan kali ini adalah 'Tanah untuk Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat.' Hari Agraria ke-50 ini juga dimanfaatkan sebagai refleksi atas pengelolaan agraria.

Dalam laporannya, Kepala BPN Joyo Winoto mengatakan, pelaksanaan Hari Agraria ini bertepatan dengan setengah abad dijalankannya Undang-undang Pokok Agraria (UUPA). "UUPA tellah mendasari lahirnya banyak undang-undang di negeri ini, khususnya yang berkenaan dengan agraria," ujar Joyo.

Tanah memiliki fungsi sosial yang harus dimanfaatkan, tidak boleh ditelantarkan. Oleh karena itu, lanjut Joyo, reforma agraria harus dijalankan secara damai dan bertahap. "Tanah adalah perekat masyarakat Indonesia," Kepala BPN menambahkan.
Pada kesempatan ini juga digelar penyerahan sertifikat sistem manajemen mutu SNI ISO 9001:2008 dari beberapa lembaga, yaitu:

1. Lembaga Sertifikasi Internasional PT. Mutuagung Lestari (Mutu Certification International) oleh Direktur Utama PT Mutuagung Lestari Mutu Arifin Lambaga, kepada Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta diwakili oleh Muhammad Iksan; Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Timur diwakili I Wayan Djoko Astina; dan Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, diwakili oleh Theresia Widiati.

2. Lembaga Sertifikasi Internasional PT. SGS Indonesia oleh Managing Director PT SGS Indonesia, Guy Escarfail, kepada Kantor Pertanahan Kota Bandung diwakili oleh Dadan dan Kantor Pertanahan Kota Depok diwakili oleh Syafriman.

3. Lembaga Sertifikasi Internasional PT. Tuv Internasional Indonesia oleh Dirut PT. Tuv International Indonesia, Muh. Bascharul Asana kepada Sub Direktorat Bidang Tanah pada Direktorat Penetapan Batas Bidang Tanah dan Ruang, Deputi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah diwakili Firmansyah.

Usai penyerahan sertifikat, dilanjutkan dengan penayangan video proses redistribusi tanah di Cilacap, Jawa Tengah. Selanjutnya penyerahan tanah negara hasil redistribusi kepada 5.141 keluarga di 4 kecamatan, yaitu Mekarsari, Carwi, Sidasari, dan Kutasari Kabupaten Cilacap oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Dalam sambutannya, Presiden SBY menyampaikan harapannya agar BPN dapat lebih meningkatkan daya guna dan pengelolaan tanah demi kepentingan rakyat. Terkait dengan tema peringatan, Presiden meminta untuk menanamkan misi besar ini agar rakyat menjadi tuan tanah di negeri ini. "Menjadi tuan yang memiliki tanah dan air yang terkandung di bumi Indonesia," ujar SBY yang terharu melihat pembagian tanah hasil redistribusi kepada masyarakat. Presiden menegaskan, saatnya telah tiba untuk menerapkan cita-cita luhur bangsa yang tercanntum dalam pasal 33 UUD 1945.

Presiden SBY dan Ibu Ani bertolak dari kediaman pribadinya di Puri Indah Cikeas menuju Istana Bogor pukul 05.00 WIB dan tiba di Bogor setelah 1 jam perjalanan. Selain menghadiri Hari Agraria Nasional, agenda lain Presiden selama di Istana Bogor adalah menggelar Sidang Paripurna.

Turut hadir dalam acara ini sejumlah menteri KIB II, diantaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhub Freddy Numberi, Meneg PAN EE Mangindaan, Kapolri Bambang Hendarso Danuri, dan Seskab Dipo Alam.


Ditulis Oleh : Fauzi Akbar // Kamis, Oktober 21, 2010
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar