Pembangunan Harus Human Oriented, Bukan Statistik

Bogor: Walapun terlihat sukses, pembangunan seringkali mendatangkan kesenjangan sosial antara mereka yang menikmati hasil pembangunan secara berlebihan dengan mereka yang kurang beruntung karena tidak bisa menikmati pembangunan. Oleh karena itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak semua pihak untuk memikirkan kembali cara pandang atau konsep pembangunan yang sesuai untuk Indonesia.

"Manakala bangsa ni telah menetapkan kembali konsep pembangunan yang tepat, mari kita jalankan dengan sesungguh-sungguhnya," kata SBY dalam sambutannya ketika menghadiri puncak peringatan Hari Agraria Nasioal ke-50 di Istana Bogor, Kamis (21/10) pagi.
Presiden mengingatkan beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan ekonomi. Pertama, pembangunan ekonomi untuk sekarang dan ke depan harus tetap berorientasi pada manusia, human oriented, bukan pada angka statistik dan banyaknya infrastruktur meskipun penting. "Pada akhirnya yang terpenting adalah apakah tahun demi tahun kesejahteraan manusia di negeri ini dapat makin ditingkatkan," Presiden menjelaskan.

Kedua, pembangunan semakin berdimensi kewilayahan karena Indonesia adalah negara kepulauan, baik besar maupun kecil. "Demikian juga sumber daya alam yang kita miliki yang tersebar di banyak tempat, sumber daya manusia maupun infrastruktur telah bisa kita bangun selama ini sejak Indonesia merdeka. Itu semua harus jadi haluan di seluruh tanah air," ujar Presiden SBY.

Ketiga, melalui kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, ke depan pembangunan harus memadukan antara kekayaan dan sumber daya alam yang Indonesia miliki. "Dengan aplikasi atau penerapan teknologi yang memungkinkan semua itu sungguh dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat kita sehingga pembangunan menjadi resource dan knowledge development," Presiden menambahkan.

Menurut Kepala Negara, ketiga hal di atas cukup terkait dengan bidang agraria. Tanah beserta tata ruang di seluruh kepulauan haruslah diatur dengan baik, tidak bisa lagi pembangunan dilakukan begitu saja tanpa konsep tata ruang dan pengelolaan yang benar. "Mulai sekarang tidak boleh lagi ada pembangunan yang lalai terhadap lingkungan, termasuk tata ruangnya," SBY menegaskan.

Kemudian, sumber daya alam harus dipergunakan secara adil demi kesejahteraan rakyat, bukan hanya untuk kepentingan usaha-usaha yang besar, tapi juga usaha kecil dan menengah. Lalu, perubahan iklim yang mengakibatkan bencana datang silih berganti si seluruh penjuru dunia, seperti yang terjadi di Wasior. "Telah tiba saatnya untuk memelihara lingkungan di Indonesia terlebih dahulu sebelum bersama dengan dunia merawat pemeliharaan dunia," Presiden menandaskan.


Ditulis Oleh : Fauzi Akbar // Kamis, Oktober 21, 2010
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar