Tidur di Rel, Pengamen Tewas Digilas KA


KOMPAS.com/yuli
Penanda ketinggian Yogyakarta, 113 meter di atas permukaan laut.

Seorang pemuda tanpa identitas yang berusia sekitar 20 tahun, tewas mengenaskan, Jumat (4/6/2010), setelah terlindas gerbong kereta api, sekitar 100 meter arah barat Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta.

Kepala Humas PT KA Daerah Operasi VI Yogyakarta Eko Budiyanto menyebutkan, peristiwa itu terjadi pukul 10.10 saat serangkaian gerbong KA tengah langsir di Stasiun Lempuyangan.

"Saat itu, kereta yang berada di lajur 7 akan dimundurkan untuk dipindah ke lokasi pencucian kereta api," ujar Eko. Sebelum KA dimundurkan itu, para petugas keamanan stasiun satu jam sebelumnya telah mengecek kondisi dan sterilnya lintasan sesuai prosedur yang berlaku.

Saat KA bernomor lokomotif CC 2149 itu dimundurkan, tanpa diketahui ternyata pemuda yang juga kerap mengamen di sekitar Stasiun Lempuyangan tersebut tengah tiduran di atas rel.

Tubuhnya pun langsung tergilas gerbong kereta yang dikemudikan masinis Suratmin tersebut. Pemuda naas itu tewas seketika. Tidak ditemukan identitas apapun dari korban.

"Kami juga belum bisa memastikan apakah pemuda itu memang hanya kebetulan sedang tidur di rel atau berniat bunuh diri," kata Eko. Area di barat Stasiun Lempuyangan selama ini sering digunakan sebagai tempat berkumpulnya para pengamen, pedagang asongan, hingga gelandangan dan pengemis.


Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Ke Blog Ini.Dan Folow AkuJagoan Dalam Facebook AkuJagoan.Dan Harap Untuk Mengisi Buku Tamu.Terima Kasih Atas PerhatianNya.


Ditulis Oleh : Fauzi Akbar // Jumat, Juni 04, 2010
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar