Kapal Iran Untuk gaza Berangkat Minggu

TEHERAN, KOMPAS.com - Sebuah kapal bantuan kemanusiaan Iran meninggalkan pelabuhan Bandar Abbas pada akhir pekan ini untuk menempuh perjalanan 14 hari menuju Gaza.

"Kapal itu, Anak-Anak Gaza, berisi kargo yang akan selesai (dimuat) Sabtu dan pada Minggu akan meninggalkan Bandar Abbas menuju Gaza," kata Abdolraouf Adibsadeh, pejabat Bulan Sabit Merah Iran yang juga juru bicara proyek bantuan itu kepada kantor berita ISNA, Selasa (22/6).

"Kapal kargo itu hanya akan berisi 10 orang, lima wartawan dan lima petugas Bulan Sabit Merah," katanya. "Tidak ada penjelasan apakah Garda Revolusi Iran akan mengawal kapal itu. "Kapal itu berisi bantuan berupa obat-obatan dan bahan makanan seperti tepung, air mineral, beras, minyak sayur, ikan tuna kaleng serta sabun, selimut, pakaian, balon dan boneka untuk anak-anak," kata Adibzadeh.

Bulan Sabit Merah Iran telah berencana untuk mengirimkan dua kapal bantuan ke kawasan Palestina itu awal bulan ini, dan pekan lalu pihaknya mengatakan bahwa kapal telah siap dan menanti persetujuan Kementerian Luar Negeri. Namun seorang pejabat di organisasi itu, Senin, mengatakan bahwa keberangkatan ke Gaza, yang diblokade angkatan laut Israel, ditunda karena kurangnya koordinasi dan perubahan kargo.

Adibzadeh tidak menyebutkan secara spesifik kapan kapal kedua akan diberangkatkan. Bulan Sabit Merah Iran sebelumnya mengatakan sebuah pesawat yang membawa 30 ton peralatan medis juga akan dikirim ke Mesir untuk menuju Gaza, tetapi nasib dari rencana itu belum jelas.

Bulan Sabit Merah mengirimkan kapal bantuan ke Gaza pada Desember 2008 tetapi angkatan laut Israel menghentikannya dan kapal itu tidak bisa memasuki kawasan negara miskin Palestina itu.

Republik Islam itu tidak mengakui Israel dan ketegangan telah memburuk antara kedua negara di bawah kepemimpinan Presiden Mahmud Ahmadinejad yang berulang kali mengatakan bahwa Israel dikutuk musnah. Israel, yang boleh jadi merupakan satu-satunya negara pemilik senjata nuklir yang tidak mengumumkan kepemilikannya di Timur Tengah, menuduh Iran mencoba mengembangkan senjata nuklir dengan berpura-pura mengembangkannya untuk tujuan sipil. Israel juga tidak mengenyampingkan serangan militer untuk menghentikan ambisi nuklir Iran. Iran menyangkal tuduhan itu.


Ditulis Oleh : Unknown // Selasa, Juni 22, 2010
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar