Terminal Giwangan Yogyakarta Diperkaya

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Terminal bus Giwangan Yogyakarta akan diperkaya dengan berbagai fungsi tambahan guna meningkatkan daya tarik. Hal ini diyakini akan menambah keramaian di terminal yang terletak di selatan Kota Yogyakarta tersebut.

Saya sudah memiliki berbagai konsep pengembangan untuk memperkaya kegiatan di terminal.

"Saya sudah memiliki berbagai konsep pengembangan untuk memperkaya kegiatan di terminal. Dengan lahan sebesar ini, seharusnya hal itu bisa terwujud," ujar Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto saat meninjau Terminal Giwangan, Rabu (19/5/2010).

Salah satu wacana yang ditelurkan Herry yakni pembangunan pusat taman permainan anak di salah satu lahan kosong sebelah selatan terminal. Lahan itu tadinya akan dibangun mal namun batal karena ketiadaan investor.

Lahan dimaksud berluas 8.000 meter persegi dari total luas lahan terminal tipe A itu yang mencapai 5,8 hektar. Herry mengatakan, visinya terhadap taman permainan anak itu yakni menyediakan berbagai sarana permainan interaktif dan tradisional yang ditujukan bagi anak di bawah usia sekolah.

Meski demikian, ia belum bisa memastikan kapan rencana itu akan direalisasikan karena baru akan digodok oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Yogyakarta. "Saya sudah minta Bappeda menyiapkan konsep yang komprehensif dan detail tentang pengembangan itu," katanya.

Namun, Herry yakin pengayaan terminal dengan berbagai fungsi lain di luar transportasi akan berdampak positif terhadap peningkatan keramaian terminal. "Hal seperti ini sudah diterapkan di negara lain, misalnya dengan menggabungkan mal dan bandara," katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Terminal Giwangan, Imanudin Aziz mengatakan, sejak diambil alih pengelolaannya oleh Pemkot dari PT Perwita Karya pada Maret 2009 lalu, Terminal Giwangan berhasil meningkatkan pendapatan area komersial (penyewaan kios di terminal).

Sejak Maret hingga akhir tahun 2009, pendapatan dari area komersial mencapai Rp 498 juta. Adapun pada empat bulan pertama tahun 2010 ini, pendapatan telah mencapai Rp 242 juta. "Kami perkirakan hingga akhir tahun pendapatan area komersial bisa mencapai Rp 600 juta," ujar Imanudin.

Meski demikian, ia mengakui jumlah keterisian kios masih minim, yakni baru 206 kios yang terisi dari 550 yang ada, atau 37 persen. "Penambahan berbagai fungsi dimungkinkan bisa menambah okupansi kios-kios tersebut," katanya.


Ditulis Oleh : Fauzi Akbar // Rabu, Mei 19, 2010
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar