Rupiah dan Saham Masih Terpuruk

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia Kamis (20/5/2010) siang kembali terpuruk di zona merah, mengikuti melemahnya bursa regional.

Meski sentimen positif Agus Martowardojo yang diangkat menjadi Menteri Keuangan, sempat mengangkat indeks di awal sesi, namun rupanya sentimen negatif dari bursa regional yang bertumbangan seiring dengan kekhawatiran krisis utang Yunani lebih kuat. IHSG pun melorot di bawah 2.700.

IHSG sesi pertama ditutup turun 1,53 persen atau 41,75 poin pada 2.687,73. Emiten dari sektor perkebunan, pertamabangan, miscellaneous indsutry dan perdagangan memimpin keterpurukan indeks.

Sebanyak 167 saham turun mendominasi perdagangan sesi pertama ini, dibandingkan hanya 25 saham naik dan 40 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 2,38 triliun dari 78.665 kali transaksi dengan volume 3,17 miliar saham.

Di Bursa regional, indeks Hangseng Hongkong turun 0,51 persen (99,97 popin) di posisi 19,479,01 pada istirahat perdaganga. Sementara indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,72 persen (73,34 poin) pada 10.113,50.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar AS siang ini, juga terpuruk menembus level 9.200, seiring dengan menguatnya mata uang AS terhadap mayoritas mata uang utama dunia. Mata uang RI ini berada di posisi Rp 9.245 per dollar AS.


0 komentar:

Posting Komentar