Tampilkan postingan dengan label Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama Islam. Tampilkan semua postingan

Pidato tentang Maulid Nabi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bapak-bapak, ibu-ibu serta saudara-saudara sekalian yang saya hormati.

Tiada sepatah kata pun yang patut kita ucapkan pada kesempatan ini kecuali ucapan tahmid dan tasyakur kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat serta hidayat-Nya kita semua masih ditakdirkan oleh Allah berjumpa dengan bulan Rabiul awal ini, dimana di dalam bulan Rabiul awal itu lahir lah Nabi besar Muhammad saw, yang mana pada saat ini kita semua orang Islam tengah memperingati hari lahirnya atau yang lazim biasa disebut dengan mauled Nabi (muludan).

Selanjutnya semoga kesejahteraan dan keselamatan tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw, karena dari ahlak beliau kita semua dapat menjadi orang muslim yang sejati, karena ahlak yang di pancarkan dari beliau adalah merupakan kandungan atau cerminan dari Al-Qur’anul Karim. Begitu juga kesejahteraan dan keselamatan dilimpahkan kepada para keluarganya, para sahabatnya, dan semua orang yang mengikuti petunjuknya.

Hadirin sekalian yang berbahagia.

Kita semua sekarang berada di bulan Rabiul awal. Dengan memasuki bulan Rabiul awal ini kita semua umat Islam diingatkan oleh suatu peristiwa yang besar nilainya, yakni lahirnya Nabi kita Muhammad saw di muka bumi ini dengan membawa seperangkat ajaran-ajaran Islam, sehingga yang asalnya kita hidup di alam kegelapan atau kekufuran menuju hidup yang terang benderang yakni agama Islam.

Sebelum Nabi Muhammad lahir di muka bumi, tatanan kehidupan masyarakat Arab semerawut, banyak yang menyembah berhala patung, kaum wanita telah di perbudak oleh laki-laki, yang lemah ditindas oleh yang kuat, dan begitulah seterusnya.

Akan tetapi, setelah Islam datang yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, maka berubahlah sedikit demi sedikit tatanan adat kehidupan jahiliyah, dari tindas menindas menjadi saling asuh mengasuh, dan saling bantu-membantu, dan juga kaum wanitanya dipersamakan kedudukannya kaum laki-laki, tidak ada antara satu sama lain, semuanya sama, baik yang kaya, miskin.

Akan tetapi yang menjadi tolak ukur atau standar kebaikan seseorang di hadapan Tuhannya adalah kadar taqwanya kepada Allah SWT.

Hadirin sekalian yang berbahagia.

Di dalam kita memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad saw atau Maulid Nabi yang terpenting ialah kita harus memetik hikmah dari peristiwa-peristiwa yang pernah dialami oleh Nabi, termasuk di dalamnya mencontoh atau meneladani akhlak-akhlak beliau yang suci atau akhlakul karimah. Janganlah kita di dalam memperingati Maulid Nabi kita berfoya-foya, berpesta pora tapi kita melupakan tujuan utama peringatan itu sendiri.

Allah SWT telah menyatakan bahwa pada diri Rasulullah saw terdapat akhlak yang mulia, sekaligus menjadi panutan bagi orang-orang yang menginginkan bertemu Allah.








Artinya :
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al-Ahzab : 21)


Hadirin sekalian yang berbahagia.

Sebenarnya akhlak-akhlak Rasulullah saw yang menjadi sumber panutan dalam meniti hidup di dunia ini untuk menuju hidup di akhirat banyak sekali. Dan mengenai ceramah dalam acara memperingati Maulid Nabi ini akan disampaikan oleh Ustad. Rahman selengkapnya.

Demikian sambutan dari saya, apabilaada kurang lebihnya mohon maaf yang sebenarnya. Akhirul kalam, wassalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuhu.
sumber : http://www.gudangmateri.com/2010/07/pidato-memperingati-maulid-nabi.html

Pentingnya Maulid Nabi Muhammad SAW

Segala puji dan puji hanya bagi Allah, Tuhan semua umat seluruh alam raya, dan sholawat serta salam semoga tetap bagi Nabi dan RasulNya Muhammad SAW, keluarganya, para sahabat dan seluruh umat alam semesta.

Didalam agama Islam terdapat dua perayaan besar yang disebut sebagai hari Raya atau 'Id yiaitu, 'Idil-adha dan 'Idil-fitri. Perayaan lain yang terdapat didalam agama Islam, seperti MAULID NABI MUHAMMAD bukan merupakan satu kewajiban tetapi sangat di anjurkan. Pada zaman ini terdapat banyak suara-suara yang mempertikaikan tentang sambutan Maulid Nabi dan ia menjadi fokus perdebatan dan perpecahan, walaupun sebenarnya, banyak lagi isu penting yang perlu ditangani oleh umat Islam. Zaman ini merupakan zaman dimana musuh-musuh Islam sedang melakukan operasi besar-besaran untuk menghancurkan ummat Muhammad, dari dalam maupun dari luar tanpa perasaan belas kasihan dan amat sedikit sekali bilangan orang-orang yang beriman yang dapat mempertahankan ummah ini daripada serangan-serangan tersebut. Zaman ini merupakan zaman jahiliyyah Ummat Islam, sehingga kebenaran amat jarang sekali dan kebatilan merupakan perkara yang biasa dan diterima umum. Firman Allah kepada orang-orang yang beriman,

"Berpeganglah kamu pada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai" (Ali-Imran: 103).

Pada zaman ini serangan musuh bukanlah satu-satunya penyebab penderitaan ummat Islam. Dikalangan kita sendiri - ummat Islam - ada musuh dalam Islam, tidak perlulah kita sebut siapa mereka, karena ia telah diketahui umum. Musuh dalam selimut ini, tidak suka untuk menyerang musuh-musuh Islam yang sebenarnya, tetapi sebaliknya mereka menyebarkan pula permusuhan dan perpecahan dikalangan ummat Islam diseluruh dunia. Oleh itu saya rasa ini merupakan tanggungjawab kita semua untuk melindungi mereka yang beriman daripada serangan mereka ini, yang tidak ada kerja lain, selain mencari kesalahan saudara sendiri. Mereka berkerja untuk menaikkan rasa syak atau keragu-raguan dan was-was kepada perkara-perkara yang sengaja mereka timbulkan, agar umat yang telah bersatu dalam keyakinan dan keimanan menjadi kontroversi, berselih dan berpecah belah dan seterusnya, menuduh saudara sendiri sebagai musyrik, kafir, dan mubtadi'. Mereka pula dengan senang-senangnya merubah pendapat-pendapat ulama-ulama yang terdahulu, yang selama 1400 tahun dianggap sahih dan benar oleh semua ummat Islam dan menamainya sebagai bid'ah, syirik dan kufur!


Membesarkan MAULID NABI samalah seperti kita membesarkan Islam kerana Rasulullah (s.a.w) adalah simbol bagi agama Islam. Imam Mutawalli Sha'rawi telah menulis didalam kitab beliau,
Ma'idat al-Fikr al-Islamiyya (ms. 295),
"Jika setiap kejadian yang tidak bernyawa sekalipun, bergembira dengan kelahiran baginda Muhammad saw dan semua tumbuh-tumbuhan pun bergembira bahkan semua binatang pun bergembira dan semua malaikat pun bergembira dan semua jinn Islam bergembira diatas kelahiran baginda Muhammad saw, kenapa kamu menghalang kami daripada bergembira dengan kelahiran baginda (s.a.w)?"


Oleh karena itu, untuk melindungi orang-orang awam Muslim dan Mukmin daripada tuduhan-tuduhan yang tidak boleh diterima, terutama sekali di Amerika dan Kanada, yang tidak mempunyai ramai ulama' yang boleh menjawab orang-orang yang jahil ini adalah penting untuk mengetahui mengenai kedudukan keadaan yang sebenarnya. Sebenarnya kedudukan perkara ini melibatkan persoalan khilaf (perbedaan pendapat para ulama') saja dan tiada siapa yang merubah pendapat para ulama' yang muktabar kecuali orang-orang yang jahil dan para pembuat bida'ah. Insya Allah, saya akan memberi fakta dan nas serta dalil yang berkaitan dengan Maulid Nabi yang berlandaskan Al-Quran dan As-sunnah serta ijma' para ulama, agar dengan niat ini, semoga bisa menjadi jawaban kepada kritikan-kritikan dan persoalan-persoalan para "ulama" yang jahil yang berpura-pura mahir dalam agama dan semoga ilmu ini dapat dikongsi bersama - ilmu yang Allah beri kepada ulama' yang benar dan semoga Allah merahmati para ulama' yang benar ini. Sebelum pergi dengan lebih mendalam lagi ingin saya kemukakan 3 kenyataan:

1. Kami mengatakan bahawa menyambut MAULIDUNNABI saw adalah dianjurkan. Perkumpulan yang dilakukan untuk memperdengarkan Sirah (kisah hidup) dan 'Madhi' (puji-pujian) buat Rasulullah (s.a.w) adalah juga disunnahkan, begitu juga dengan kebiasaan menjamu tetamu dan menggembirakan saudara se Ummah adalah dibenarkan dan digalakkan.

2. Merayakan MAULIDUNNABI saw bukan saja pada tanggal 12 Rabi'ul al-Awwal tetapi juga patut dilakukan pada setiap hari dalam setiap bulan di setiap masjid agar orang ramai dapat merasakan cahaya Islam dan pancaran Nur muhammad didalam hati-hati mereka.

3. Majelis Peringatan MAULID NABI saw merupakan peluang keemasan yang berkesan dan efisyen untuk menyebarkan Islam dan mendidik anak-anak kita, yang tidak patut diabaikan oleh para ulama dan da'i, untuk mengajar dan mengingatkan Ummah mengenai Rasulullah saw dan akhlaq baginda yang mulia, cara baginda beribadah dan cara baginda baergaul dengan orang ramai. Cara ini boleh memupukkan perasaan cinta dan sayang serta senantiasa mengingati Rasul (s.a.w) pada hati anak-anak. Pemberian makanan serta minuman dan hadiah juga akan membuatkan mereka merasa gembira menyambut hari tersebut.

Dalil daripada Al-Quran dan Sunnah yang Mengatakan bahawa Menyambut MAULID NABI saw adalah diterima oleh syar'i, ialah Kewajiban untuk Meningkatkan Kecintaan dan Penghormatan buat Rasulullah saw. Allah telah berfirman kepada Rasulullah saw untuk mengingatkan ummatnya yang mengakui mencintai Allah, untuk mencintai NabiNya dan katakanlah kepada mereka,"
Jika kamu mencintai Allah, ikutlah (dan cintai dan hormati) aku, dan Allah akan mencintai kamu" (3:31)


Kewajiban untuk Meningkatkan Kecintaan dan Penghormatan bagi Rasulullah saw.

Sambutan MAULID NABI saw merupakan natijah atau kesan akan adanya perasaan kecintaan terhadap Rasulullah saw, perasaan taat kepada baginda, sentiasa mengingati baginda, mencontohi baginda dan berbangga dengan baginda sebagaimana Allah bangga terhadap baginda kerana Allah memuji akan baginda didalam Al-Quran,
"Sesungguhnya engkau mempunyai akhlaq yang mulia" (al-Qalam:4)

Tahap kecintaan kepada Rasulullah saw, merupakan antara pengukur kepada tahap kesempurnaan keimanan antara seorang mukmin dan mukmin yang lain. Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw, telah bersabda,"Tidak sempurna iman kamu sehingga aku lebih dicintainya daripada anak, ibu bapa dan manusia seluruhnya."

Dalam sebuah hadist lain yang diriwayatkan oleh Bukhari Rasulullah saw bersabda,"Tidak sempurna iman kamu sehingga kamu lebih cintai kepadaku, daripada diri kamu sendiri."
'Umar berkata,"Ya Rasulullah aku mencintaimu lebih daripada diriku sendiri. Kesempurnaan iman seseorang itu amat bergantung pada kecintaannya terhadap Rasulullah saw dan para Malaikat senantiasa memuji baginda sebagaimana yang dimaksudkan didalam ayat al-Quran yang berbunyi,
"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat sentiasa bersalawat keatas Nabi" (33:56). Seterusnya ayat ini disambung dengan perintah Tuhan,"Wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu keatasnya". Ayat ini saja bisa menjadi bukti bahwa kualitas iman seseorang itu bergantung kepada cintanya kepada Nabi Muhammad saw, dan dizahirkan melalui sholawat kepada Nabi saw. Ya Allah! Limpahkanlah sholawat serta salam kepada Nabi, ahli keluarga baginda dan para sahabat semua.


Rasulullah (s.a.w) menekankan bahawa hari Isnin sebagai hari Kelahiran Baginda

Abu Qatada al-Ansari meriwayatkan didalam Sahih Muslim, kitab as-siyam (puasa), bahwa Rasulullah saw, kenapa beliau berpuasa pada hari Isnin, dan baginda bersabda,"Itulah hari aku dilahirkan dan itulah juga hari aku diangkat menjadi Rasul."

Dari Mutawalli Sha'rawi:"Banyak peristiwa yang ajaib telah berlaku pada hari baginda saw dilahirkan sebagai bukti, banyak hadits dan sejarah yang menerangkan bahwa, malam Rasulullah saw dilahirkan tidak seperti malam-malam manusia lain dilahirkan". Peristiwa yang termaktub didalam hadits termasuklah gemuruh yang dirasakan di istana 'Chosroes' dan padamnya api yang telah menyala selama 1000 tahun di Parsi dan beberapa peristiwa-peristiwa lain yang ditulis didalam karangan Ibnu katsir, al-Bidaya, Jilid 2, mukasurat 265-268. Pada Kitab al-Madhkal oleh Ibnu al-Hajj (jilid 1,hl. 261) "Menjadi satu kewajiban bagi kita untuk memperbanyak bersyukur kepada Allah setiap hari Isnin bulan Rabi'ul Awwal karena Allah swt telah mengaruniakan kepada kita nikmat yang besar yaitu diutusNya Nabi saw untuk menyampaikan Islam kepada kita dan menyebarkan salam. Apabila baginda ditanya mengapa baginda berpuasa pada hari Isnin, baginda bersabda,"Hari itu adalah hari kelahiranku". Oleh kerana itu, hari tersebut telah memberi satu 'penghormatan' kepada bulan tersebut, kerana hari itu merupakan hari Rasulullah saw dan baginda bersabda,
"Aku merupakan penghulu bagi anak cucu Adam dan aku tidak mengatakan ini kerana kesombongan …dan baginda bersabda: Adam dan anak cucunya akan bernaung dibawah panji-panjiku pada hari pembalasan kelak".

Hadits-Hadits ini merupakan riwayat 'shakhihnya' Bukhari dan Muslim. Dan Muslim menulis didalam Shahih nya, Rasulullah saw bersabda, "Aku telah dilahirkan pada hari Isnin dan pada hari yang sama juga wahyu yang pertama telah diturunkan kepadaku." Rasulullah saw mengutamakan hari kelahiran baginda dan memuji serta bersyukur kepada Allah, dengan berpuasa pada hari tersebut (Isnin) seperti yang diriwayatkan oleh Abu Qatada didalam sebuah hadits.

Ini bermakna, Rasulullah saw telah melahirkan dan meng-exposikan perasaan gembira baginda dengan berpuasa pada hari tersebut - salah satu daripada bentuk ibadah khusus. Oleh kerana Rasulullah saw sendiri mengutamakan hari tersebut, jadi sebagai mencontohi baginda, sambutan atau ibadah yang selaras dengan shari'ah adalah dibolehkan - walaupun mungkin tata cara penyambutannya mungkin boleh berubah mengikut keadaan dan tempat tetapi intisari sambutan itu tetap sama. Dan kerana itu, berpuasa, memberi makanan kepada orang fakir miskin, bersama-sama bersholawat kepada Nabi saw, ataupun bersama-sama mengingati dan merenung akan akhlaq baginda yang terpuji lagi mulia - semuanya merupakan kaedah ataupun cara yang boleh dilakukan untuk mengutamakan dan menyambut hari tersebut.

Firman Allah: Bergembiralah dengan Nabi (s.a.w)

Untuk menyatakan kegembiraan kita untuk baginda Rasulullah saw kerana Allah telah mengutuskan baginda kepada kita seperti firman Allah didalam al-Quran, " diatas nikmat dan rahmat daripada Allah, biarlah mereka bergembira" (Yunus:58).
Perintah ini datang kerana kegembiraan menjadikan hati rasa bersyukur diatas rahmat Allah. Rahmat apakah lagi yang lebih besar selain Rasulullah saw sendiri, dan Allah berfirman,' Kami tidak menurunkan kamu melainkan sebagai rahmat kepada seluruh alam semesta.' (Al-Anbiya':107)

Kerana Rasulullah saw diutus sebagai rahmat untuk semua alam, kegembiraan menyambut kelahiran baginda Rasul tidaklah pada umat Muslim saja, bahkan seluruh umat alam semesta, sepatutnya melahirkan rasa kegembiraan tersebut. mengapa pada masa sekarang,orang muslim ramai menentang perintah Allah untuk bergembira dan menyambut hari NabiNYA?.

Nabi (s.a.w) menyambut Hari-hari Bersejarah

Nabi saw, biasanya menghubung kaitkan ibadah dan sejarah dan kebiasaannya apabila tiba hari yang bersejarah tersebut, baginda mengingatkan kepada para sahabat akan hari tersebut dan supaya mereka menyambutnya walaupun peristiwa itu telah berlaku beribu-ribu tahun yang lampau. Dalil mengenai perkara ini dapat dilihat didalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan perawi-perawi yang lain ,
"Apabila Rasulullah (s.a.w) tiba di Madinah beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari 'Ashura. Baginda pun bertanya kepada mereka mengenai hari tersebut dan mereka pun berkata, pada hari tersebut, Allah telah mnyelamatkan Nabi mereka, Sayyidina Musa dan menenggelamkan musuhnya dan karena peristiwa itu mereka berpuasa sebagai tanda kesyukur kepada Allah atas anugerah tersebut." Rasulullah setelah itu terus bersabda yang mana hadits ini merupakan hadits yang cukup terkenal," Kami lebih berhak keatas Musa daripada kamu," dan baginda berpuasa pada hari tersebut ('Ashura) dan hari sebelumnya.

Allah Berfiman," Berselawatlah Kamu Kepada Nabi"

Memperingati kelahiran Rasulullah saw akan membuatkan hati kita tergerak untuk bersholawat atas Nabi saw dan memuji baginda yang merupakan satu perkara yang diarahkan oleh Allah di dalam ayat,
"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat berselawat keatas Nabi, wahai orang-orang yang beriman ! berselawatlah kamu dan berilah salam keatasnya" (Al-Ahzab:56).

Berkumpul beramai-ramai dan mengingati Nabi saw akan membuat kita mudah untuk mendoakan baginda serta bersholawat dan memuji-muji baginda. Siapakah yang berhak untuk menghalang apa yang telah Allah perintahkan di dalam Al-Quran? Pahala dan manfaat serta cahaya yang Allah berikan kepada hati kita karena mematuhi perintahnya, tidak dapat diukur.
Itu pula dapat dilaksanakan dalam keadaan berjama'ah atau perkumpulan : Allah dan MalaikatNya bersholawat dan memuji Nabi - didalam satu perkumpulan yang ramai. Adalah tidak benar sama sekali kalau ada yang menyatakan bahwa sholawat atas Nabi saw hanya boleh/perlu dilakukan secara bersendirian.

Kesan Memperingati Maulid untuk Orang Kafir

Apabila seseorang yang tidak beriman, bersama-sama menyatakan kegembiraan dan menyambut MAULIDUNNABI saw,atas rahmat dan kemurahan Allah, orang itu akan dapat manfaatnya. Hal ini dinyatakan didalam shahih Bukhari. Bukhari meriwayatkan bahwa setiap Isnin, Abu Lahab akan dihentikan siksaan kubur yang diterimanya kerana beliau telah membebaskan hambanya, Thuwayba yang telah mengkhabarkannya kelahiran anak saudaranya, Nabi Muhammad saw.
Hadith ini terkandung didalam kitab Nikah oleh Bukhari, dan Ibnu Kattir pula membicarakannya didalam kitab-kitabnya Sirat al-Nabi Jilid 1: hal. 124, Mawlid al-Nabi hal. 21 dan al-Bidaya hal.272-273. Seorang hafizd (hafal al-Quran), Shamsuddin Muhammad ibn Nasiruddin ad-Dimashqi telah menulis didalam kitabnya Mawrid as-sadi fi Maulid al-Hadi : "Jika seorang kafir yang memang dijanjikan tempatnya di neraka dan kekal didalamnya" "hancur tangan-tangannya"; (surat 111) diizinkan untuk dihentikan dari siksa kubur setiap hari Isnin karena bergembira dengan kelahiran Ahmad, juga pula hamba yang seluruh hidupnya bergembira dan bersyukur dengan kehadiran Ahmad dan meninggal dengan menyebut "Ahad"? - [tentu lebih banyak lagi pahalanya - penterjemah]

Kewajiban Mengetahui Sirah dan Mencontohi Asas-asas Akhlaq Yang Baik

Kita disuruh untuk mengenali Nabi kita, tahu akan kehidupan baginda, mengenai mukjizat baginda, kelahirannya , akhlaqnya, keimanan baginda, tanda-tanda kenabian beliau (ayat wa dala'il), khalwat yang baginda lalui, ibadah baginda lagipun bukankah perkara-perkara ini sepatutnya diketahui oleh setiap Muslim? Apakah cara yang lebih baik lagi selain daripada merayakan hari kelahiran baginda, yaitu hari permulaan kehidupan baginda, dan seterunya supaya kita terdorong untuk mengenali baginda dengan lebih mendalam lagi. Memperingati hari kelahiran baginda akan membuka ruang bagi kita untuk memperingati perkara-perkara lain yang berkaitan dengan baginda. Apabila ini kita lakukan, Allah akan ridha pada kita, karena kita akan lebih bersedia untuk mengetahui sirah baginda dan lebih bersedia untuk mencontohi dan mengamalkan akhlaq baginda dan memperbetulkan kekhilapan kita. Itulah sebabnya, kenapa sambutan hari lahir baginda merupakan satu rahmat buat kita semua.
sumber : http://dzikrurrohmah.blogspot.com/2009/02/pentingnya-peringatan-maulid.html

Haram Atau Tidak Merayakan Valentine Untuk Umat Islam

Haram Atau Tidak Hari Valentine Bagi Umat Islam - Boleh jadi tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.

Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasan valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun.

Perayaan Valentine’s Say adalah Bagian dari Syiar Agama Nasrani

Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah yang kita dapat menunjukkan bahwa perayaan itu bagian dari simbol agama Nasrani.

Bahkan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal ari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.

The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari .

Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno. Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis dari Romawi kuno.

Katakanlah: Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.

Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama. Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.

Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.

Valentine Berasal dari Budaya Syirik.

Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.

Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid ” itu adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari.

Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.

Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka,
naudzu billahi min zalik.

Semangat valentine adalah Semangat Berzina

Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.

Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.

Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.

Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah.

Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks?

Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang.

Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah SWT berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
sumber : http://blog.re.or.id/hukum-merayakan-hari-valentine-buat-umat-islam.htm

Pengertian Hutang Piutang dalam Islam


Kata hutang dalam kamus bahasa Indonesia terdiri atas dua suku kata yaitu “hutang” yang mempunyai arti uang yang dipinjamkan dari orang lain.[1] Sedangkan kata “piutang” mempunyai arti uang yang dipinjamkan (dapat ditagih dari orang lain).[2]

Sedangkan menurut ahli fiqih hutang atau pinjaman adalah transaksi antara dua pihak yang satu menyerahkan uangnya kepada yang lain secara sukarela untuk dikembalikan lagi kepadanya oleh pihak kedua dengan hal yang serupa. Atau seseorang menyerahkan uang kepada pihak lain untuk dimanfaatkan dan kemudian dikembalikan lagi sejumlah yang dihutang.[3]

Adapun pengertian hutang piutang yang lainnya yaitu memberikan sesuatu (uang atau barang) kepada seseorang dengan perjanjian dia akan membayar yang sama dengan itu.[4]

Pengertian hutang piutang sama dengan perjanjian pinjam meminjam yang dijumpai dalam ketentuan kitab Undang-Undang hokum perdata pasal 1754 yang berbunyi : “pinjam meminjam adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain suatu jumlah barang-barang tertentu dan habis karena pemakaian, dengan syarat bahwa yang belakangan ini akan mengembalikan sejumlah yang sama dari macam keadaan yang sama pula.”[5]

Dasar Hukum Hutang Piutang

Adapun yang menjadi dasar hutang piutang dapat dilihat pada ketentuan Al-Qur’an dan Al-Hadits, dalam Al-Qur’an terdapat dalam surat Al-Maidah ayat 2 yang berbunyi :

…ÙˆَÙ„َا تَعَاوَÙ†ُوا عَÙ„َÙ‰ الْØ¥ِØ«ْÙ…ِ ÙˆَالْعُدْÙˆَانِ ÙˆَاتَّÙ‚ُوا اللَّÙ‡َ Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ø´َدِيدُ الْعِÙ‚َابِ (2

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.(Q.S al-Maidah : 2)”[6]

Sedangkan dalam sunnah Rasululllah SAW. Dapat ditemukan antara lain dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah sebagai berikut:

Ù…َا Ù…ِÙ†ْ Ù…ُسْÙ„ِÙ…ٍ ÙŠُÙ‚ْرِضُ Ù…ُسْÙ„ِÙ…ًا Ù‚َرْضًا Ù…َرَّتَÙŠْÙ†ِ Ø¥ِلاَّ Ùƒَانَ ÙƒَصَدَÙ‚َتِÙ‡َا Ù…َرَّØ©ً (رواه ابن ماجه

“Seorang muslim yang mempiutangi seorang muslim dua kali, seolah-olah telah bersedekah kepadanya satu kali”.[7]

Hukum memberi hutang piutang bersifat fleksibel tergantung situasi dan toleransi, namun pada umumnya memberi hutang hukumnya sunnah. Akan tetapi memberi hutang atau pinjaman hukumnya bisa menjadi wajib ketika diberikan kepada oaring yang membutuhkan seperti memberi hutang kepada tetangga yang membutuhkan uang untuk berobat karena keluarganya ada yang sakit. Hukum memberi hutang bisa menjadi haram, misalnya memberi hutang untuk hal-hal yang dilarang dalam ajaran islam seperti untuk membeli minuman keras, menyewa pelacur dan sebagainya.[8]

[1] Poerwadarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, hal, 1136
[2] Ibid, hal 760
[3] Abu Sura’i Abdul Hadi, Bunga Bank Dalam Islam, hal. 125
[4] Chairuman Pasaribu dan Suharwadi K.Lubis, Hukum Perjanjian Dalam Islam, hal. 136
[5] R. Subekti dan R. Tjitrosudibjo, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, hal, 451
[6] Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya,hal 157
[7] Chairuman pasaribu, hukum perjanjian dalam islam, h. 137
[8] NN, Hutang Piutang Menurut Ajaran Islam, http:// organisasi. Org
sumber : http://www.gudangmateri.com/2011/02/pengertian-hutang-piutang-dalam-islam.html

Ternyata Gerakan Sholat Bermanfaat bagi Kesehatan Tubuh

Salah satu kewajiban umat Islam adalah melaksanakan sholat lima waktu. Sholat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan sholat ternyata paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, sholat adalah gudang obat dari berbagai jenis penyakit.

Selama ini sholat yang dilakukan lima kali sehari oleh umat Islam, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi yang melakukan sholat tersebut. Gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang hanya sedikit dari umat Islam yang memahaminya. Berikut ini beberapa manfaat gerakan sholat bagi kesehatan manusia:

TAKBIRATUL IHRAM

Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah

Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke s! eluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

RUKUK

Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulangbelakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I'TIDAL

Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat: Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

SUJUD

Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisamengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma'ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

DUDUK

Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

SALAM

Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dan dalam.

Manfaat Gerakan dalam Shalat

PACU KECERDASAN

Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof . Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya.

Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya.

Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry , AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

PERINDAH POSTUR

Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching) . Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

MUDAHKAN PERSALINAN

Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

PERBAIKI KESUBURAN

Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi! ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum. Dengan Sholat Insya Allah hidup kita Sehat
sumber :http://www.gudangmateri.com/2011/02/gerakan-sholat-bermanfaat-bagi.html 

Posisi Iran di Timur Tengah


“..bagi mereka yang sadar akan sepenuhnya menyadari bahwa kekuatan Ilahi sedang menampakkan dirinya. Hari ke hari pohon baru ini semakin tumbuh dan kokoh. Pohon baru ini adalah republik Islam. Inilah Kalimah thayyibah; ”Akarnya kokoh di tanah dan cabangnya menyebar di udara”
Ayatullah Sayid Ali Khomenei

Salah satu perkembangan yang paling penting dalam abad ke-21 ini di Timur Tengah adalah tampilnya Iran sebagai salah satu kekuatan regional. Ini bukan hanya semata-mata karena Iran adalah sebuah pemerintah Islam atau karena mampu mengembangkan nuklir, tetapi juga faktor lainnya, baik itu secara geopolitik maupun kedekatan emosional dan kedekatan politis dengan negara-negara Timur Tengah.

Iran yang saat ini dipimpin oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad memiliki pandangan tersendiri dalam membaca kondisi Dunia Arab. Kemampuan Iran dalam menunjukkan identitas pun harus diakui cukup hebat.

Yaitu ketika konflik Israel-Palestina menemui jalan buntu, ada rasa frustasi dan kemarahan terhadap fakta bahwa proses perdamaian tidak jelas penyelesaiannya. Berbagai isu pun dilontarkan oleh Iran untuk mempertanyakan kembali kebenaran sejarah, apakah itu hanya sebuah rekonstruksi semata. Tulisan ini akan mencoba melihat bagaimana Iran memposisikan dirinya di Timur Tengah dan bagaimanakah kebijakan luar negeri Iran terhadap negara-negara Timur Tengah.

Kawasan Timur Tengah

Jika mendengar kata “Timur Tengah”, dalam benak kita pasti akan terbayang bangsa Arab, wilayah yang penuh hamparan padang pasir, perbudakan, wilayah yang selalu bergejolak dengan konflik dan perang, tetapi juga kawasan yang kaya akan minyak. Berbagai citra yang dikesankan negatif mengenai Timur Tengah itu, dalam beberapa hal, membuat perhatian terhadap kawasan ini sangat terbatas. Tetapi sebenarnya ada empat isu yang menjadikan Timur Tengah sebagai wilayah yang amat sangat penting.

Pertama dalam aspek historis, Timur Tengah adalah tempat lahirnya peradaban pertama manusia. Banyak kepercayaan dan aliran-aliran dunia muncul dari sini. Penemuan-penemuan manusia di masa lalu berasal dari kawasan ini. Hukum-hukum pertama di dunia ditulis di kawasan ini dan sebagainya.

Kedua yaitu aspek geografis, kawasan ini terletak di antara tiga benua: Asia, Afrika, dan Eropa. Timur Tengah dengan Terusan Suez yang dibuat oleh Darius, Kaisar Iran hampir 25 abad yang lalu, merupakan tempat yang menghubungkan dua laut dikawasan ini, yaitu Laut Merah dan Mediterania. Timur Tengah pada awal abad ke-20 menjadi pusat perhatian dunia, dan mungkin kawasan yang paling sensitif dari segi strategis, ekonomis, politis, dan kebudayaan. Teluk Persia yang strategis pun juga terletak di kawasan ini.

Ketiga yaitu aspek keagamaan. Timur Tengah merupakan tempat lahirnya agama Yahudi, Kristen dan Islam. Tempat-tempat suci agama-agama besar Samawi seperti Baitul Muqaddas, Ka’bah, dan tempat lahirnya Nabi Isa AS dan Sinagog-sinagog besar orang Yahudi pun berada kawasan ini.

Terakhir yaitu aspek ekonomis, kawasan ini memiliki sumber-sumber minyak dan gas yang paling kaya.

Wajar jika ada banyak pihak berkeinginan untuk menguasai kawasan Timur Tengah. Belum lagi kenaikan harga minyak dunia yang mencapai tingkat tertinggi saat ini membuat negara-negara di Timur Tengah, khususnya kawasan Teluk, kini berlimpah kekayaan. Hal ini menjadikan banyak dari negara-negara luar ingin menjadikan negara-negara di Timur Tengah sebagai mitra dagang dan mitra investasi yang sangat potensial.

Ada dua hal yang terkadang terlupakan apabila mengkaji tentang kawasan Timur Tengah, yaitu sepak terjang Zionis dan upaya Inggris dalam membagi Imperium Usmaniyah serta mendirikan negara Yahudi di Timur Tengah. Sejarah Timur Tengah tidak akan pernah terlepas dari peran Inggris dalam menyerahkan masalah Palestina kepada PBB dan Amerika yang begitu getolnya mensukseskan pengesahan Resolusi Pembagian Palestina tahun 1947, ditambah sebagai negara yang pertama kali mengakui Israel. Kenyataan ini seringkali tertutupi oleh media Barat.

Revolusi Islam Iran

Iran Picture 2Keberhasilan Revolusi Islam Iran yang terjadi pada tahun 1979 merupakan salah satu hal yang tidak terduga di tengah terjadinya berbagai konflik di Timur Tengah. Revolusi yang sering disebut juga “revolusi besar ketiga dalam sejarah,” setelah Perancis dan Revolusi Bolshevik menimbulkan dampak yang sangat berarti bagi bangsa Arab yang sedang menghadapi gencarnya keserakahan rezim Zionis di Israel.

Disusul dengan runtuhnya Uni Sovyet, Amerika Serikat berusaha segera menempati posisi pengganti untuk menjaga kepentingannya di Timur Tengah dengan menyerang Irak. Tujuan AS adalah terus menerus berupaya membangun suatu kekuatan “Anglo American” yang mampu mengontrol kawasan Timur Tengah. Pemimpin revolusi dan pendiri dari Republik Islam, Ayatullah Agung Ruhollah Khomeini berhasil mengangkat masalah Palestina sebagai persoalan dalam dunia Islam. Inilah yang menjadikan pergeseran makna yang dahulu dikatakan konflik Arab-Israel dan sekarang menjadi krisis Israel dan Dunia Islam.

Peran Iran di Timur Tengah

Tidak bisa dipungkiri, Iran di bawah kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad kini menjadi negara paling berpengaruh di Timur Tengah. Belum lagi, kemampuan nuklir Iran yang membuat negara-negara Barat tidak bisa meremehkan. Keberhasilan politik luar negeri Iran dalam dua tahun pertama masa pemerintahan Ahmadinejad dapat ditelusuri di kawasan Timur Tengah. Sistem diplomasi Republik Islam Iran dengan memanfaatkan seluruh kemampuan yang dimiliki berhasil dalam aksi-aksinya di Irak, Afghanistan, Palestina, Lebanon dan juga Amerika Latin. Kemampuan diplomasi pemerintah Ahmadinejad mengubah Revolusi Islam Iran menjadikan salah satu negara terkuat di Timur Tengah.

Mahmoud AhmadinejadKemampuan Iran diakui oleh tokoh-tokoh Barat yang menasehati Gedung Putih agar tidak memandang sebelah mata peran dan posisi Iran di Timur Tengah. Perundingan segi tiga Baghdad menunjukkan posisi Iran sangat menentukan di peta politik Timur Tengah. Perundingan segi tiga terlaksana setelah permintaan resmi Amerika dan desakan pemerintah Irak. Satu hal yang menggembirakan, ketika Timur Tengah menjadi pusat konsentrasi tekanan politik dan militer Amerika dan sekutunya terhadap Iran, keberhasilan diplomasi Iran lebih mendominasi.

Pejabat-pejabat tinggi Irak lebih menganggap Iran sebagai negara sahabat dan lebih dekat dengan mereka. Usaha Amerika untuk merusak hubungan ini selalu menemui jalan buntu. Terbukti dengan kunjungan bersejarah dan untuk pertama kalinya Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ke Baghdad Maret 2008 lalu, dalam kunjungannya Mahmoud Ahmadinejad berupaya lebih meyakinkan para pemimpin Irak bahwa Iran tidak akan membakar kekerasan di Irak dan menginginkan perdamaian di Irak.

Di kawasan Teluk Persia, politik luar negeri Iran yang aktif dan cerdas ditambah kunjungan Presiden Mahmoud Ahmadinejad ke Arab Saudi dan Unit Emirat Arab memperkokoh hubungan Iran dan negara-negara di sekitar Teluk Persia. Pada saat yang sama, kunjungan pejabat-pejabat tinggi Amerika, khususnya Condoleeza Rice (Menteri Luar Negeri AS) dan Robert Gates (Menteri Pertahanan AS), gagal mengajak negara-negara Arab memusuhi Iran.

Di Afghanistan, Hamid Karzai, Presiden Aghanistan, membela hubungan mesra Iran dan Aghanistan. Pembelaannya disampaikan saat kunjungannya ke Amerika. Kalangan politisi dan media Barat menilai itu sebagai kemenangan lain diplomasi Iran di kawasan Timur Tengah. Kebijakan politik luar negeri Iran di kawasan Timur Tengah dan seluruh negara-negara Islam berlandaskan upaya mewujudkan persatuan di dunia Islam. Kunjungan-kunjungan Presiden Ahmadinejad ke negara-negara seperti Suriah, Malaysia, Azerbaijan, Tajikistan, Qatar, Sudan, UEA dan Arab Saudi bertujuan mewujudkan persatuan negara-negara Islam.

Tidak terlepas dan tidak akan terlupakan pula bagaimana ketajaman retorika yang ditunjukkan Iran oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad ketika memenuhi undangan forum debat di Universitas Columbia tahun 2007 silam. Disana beliau menunjukkan bagaimanakah identitas Islam dan Iran sebenarnya. Berbagai respon positif paska kunjungannya pun mengalir deras terhadap Mahmoud Ahmadinejad.

Iran dan Program Nuklir

“Sanksi ketiga bagi Iran yang diberikan Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 1803, menunjukkan standar ganda PBB. PBB hanya menjatuhkan sanksi bagi Iran yang akan mengembangkan nuklir untuk tujuan damai, tetapi tidak memberikan sanksi apa pun bagi Israel yang jelas memiliki hulu ledak nuklir dan digunakan untuk perang.”
Ayatullah Dorri Najaf Abadi

Ketika penulis menerima kunjungan dari beberapa mahasiswa dari International Union of Muslim University Students yang dipimpin oleh Mohammad Ali Ghodspure, mereka selalu menjelaskan bahwasannya tujuan program nuklir Iran bukanlah untuk persenjataan tetapi untuk tujuan damai. Mereka mengatakan bahwasannya banyak informasi yang dibuat oleh media Barat dengan sengaja memojokkan Iran. Indonesia pun memandang Resolusi Dewan Keamanan PBB 1803 yang menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran didominasi penggambaran sepihak dan tidak merefleksikan dinamika penyelesaian.

Bangsa Iran menginginkan independensi dan tidak ingin bangsa lain mengintervensi secara hegemonik apa yang menjadi hak mereka. Ahmadinejad pernah berkata, “Jika kita menyerahkan program nuklir kita, mereka akan meminta hak-hak kita. Jika kita menyerahkan hak-hak asasi manusia kita, mereka akan meminta hak-hak hewan”.

Presiden Iran tersebut juga berpendapat bahwa Barat khawatir bila Iran mampu meraih semua tujuan yang diinginkannya di bidang pemanfaatan damai energi nuklir, Iran akan menjadi simbol bagi seluruh negara berkembang. Masyarakat tertindas di dunia akan meniru apa yang telah dicapai oleh bangsa Iran dan akan mempermasalahkan otoritas monopoli sejumlah negara atas energi nuklir. Atas dasar ini, Amerika beserta sejumlah sekutunya di Eropa dan Rezim Zionis Israel mengerahkan segala kekuatannya untuk menghentikan program damai energi nuklir Iran.

Posisi Iran

”Saudara-saudara muslim, baik yang di Iran, Irak, Pakistan, Libanon, Palestina ataupun wilayah lain di penjuru alam, apapun mazhab mereka. Ini mereka ketahui, bahwa keyakinan kita juga keyakinan seluruh ulama hakiki Islam, bahwa; “Mengotori tangan dengan darah saudara muslim sendiri, adalah sebuah dosa yang tidak akan terampuni.”
Ayatullah Sayid Ali Khomenei

Kekaguman penulis terhadap Iran adalah penerapan ideologi dan akidah Islamnya yang kuat dalam pemerintahan. Ini ditunjukkan dengan perilaku, sikap dan kebijakan luar negeri Iran yang berlandaskan pada prinsip-prinsip serta nilai akidah Islam. Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 152 UUD Republik Islam Iran mengatur bahwa:

“Politik luar negeri didasarkan pada penolakan segala bentuk dominasi atau penyerahan kepadanya, mempertahankan segala sesuatu yang meliputi kemerdekaan dan keutuhan wilayah Negara, mempertahankan hak-hak seluruh umat Islam, tidak memihak kepada kekuasaan-kekuasaan yang mendominasi, dan hubungan-hubungan damai yang timbale-balik dengan Negara-negara yang tidak bermusuhan.”

Begitu juga pada pasal 154 UUD Republik Islam Iran yang menyatakan:

“Republik Islam Iran beraspirasi untuk kebahagiaan manusiawi dalam lingkungan umat manusia serta mengakui kemerdekaan, kebebasan, keadilan, dan kebenaran sebagai hak-hak yang harus dinikmati oleh semua manusia sedunia. Oleh Karena itu maka sambil menahan diri dengan cermat dari segala macam intervensi dalam urusan-urusan dalam Negara bangsa lain, Republik Islam Iran harus menyokong setiap perjuangan yang adil dari kaum mustaz’afin melawan mustakbirin di mana saja pun di muka bumi.”

Penulis menilai posisi Iran di Timur Tengah dapat menjadi pemicu dan menggugah negara Islam lainnya untuk melawan ketidakadilan yang ditimbulkan oleh negara-negara penjajah Timur Tengah. Sikap Iran dengan menunjukkan tidak ingin menerima hubungan dengan kekuatan yang ingin mendikte, kemudian menjalankan kebijakan politik luar negerinya secara cerdas dan realistis menghadapi sistem hegemoni dunia, disertai politik luar negeri dan hubungan internasional Republik Islam Iran berlandaskan syariat Islam.

Membuktikan agama Islam menolak sistem hegemoni sejumlah negara yang sewenang-wenang. Islam mengajarkan perdamaian, keamanan dan kebahagiaan bagi seluruh umat manusia. Belajar dari pengalaman Republik Islam Iran dalam menghadapi kelicikan tiga dekade terakhir hegemoni Barat yang dimotori oleh Amerika, dapat dikatakan bahwa dengan tawakal kepada Allah dan kepercayaan diri berdasarkan nilai-nilai Islam, pemerintah dan rakyat Iran akan dapat keluar sebagai pemenang.

Iran pada akhirnya mampu menjadi figur bagi negara-negara Muslim di Timur Tengah dan sekitarnya. Banyak bangsa yang ikut merasakan bangga terhadap Iran. Bagi mereka, keberhasilan Iran adalah keberhasilan bangsa mereka juga.Inilah buah dari identitas revolusi Islam dengan komitmen pemimpin besar dan dukungan bangsa Iran.

sumber : http://eljinjizy.wordpress.com/2009/06/05/posisi-iran-di-timur-tengah/




Pengertian Shalat Jum'at, Hukum, Syarat, Ketentuan, Hikmah Dan Sunah Solat Jumat

A. Arti Definisi / Pergertian Shalat Jumat

Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah.

B. Hukum Sholat Jum'at

Shalah Jum'at memiliki hukum wajib 'ain bagi laki-laki / pria dewasa beragama islam, merdeka dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu. Jadi bagi para wanita / perempuan, anak-anak, orang sakit dan budak, solat jumat tidaklah wajib hukumnya.

Dalil Al-qur'an Surah Al Jum'ah ayat 9 :

" Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

C. Syarat Sah Melaksanakan Solat Jumat

1. Shalat jumat diadakan di tempat yang memang diperuntukkan untuk sholat jumat. Tidak perlu mengadakan pelaksanaan solat jum'at di tempat sementara seperti tanah kosong, ladang, kebun, dll.
2. Minimal jumlah jamaah peserta salat jum'at adalah 40 orang.
3. Shalat Jum'at dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur / zuhur dan setelah dua khutbah dari khatib.

D. Ketentuan Shalat Jumat

Shalat jumat memiliki isi kegiatan sebagai berikut :
1. Mengucapkan hamdalah.
2. Mengucapkan shalawat Rasulullah SAW.
3. Mengucapkan dua kalimat syahadat.
4. Memberikan nasihat kepada para jamaah.
5. Membaca ayat-ayat suci Al-quran.
6. Membaca doa.

E. Hikmah Solat Jum'at

1. Simbol persatuan sesama Umat Islam dengan berkumpul bersama, beribadah bersama dengan barisan shaf yang rapat dan rapi.
2. Untuk menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar sesama manusia. Semua sama antara yang miskin, kaya, tua, muda, pintar, bodoh, dan lain sebagainya.
3. Menurut hadis, doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT akan dikabulkan.
4. Sebagai syiar Islam.

F. Sunat-Sunat Shalat Jumat

1. Mandi sebelum datang ke tempat pelaksanaan sholat jum at.
2. Memakai pakaian yang baik (diutamakan putih) dan berhias dengan rapi seperti bersisir, mencukur kumis dan memotong kuku.
3. Memakai pengaharum / pewangi (non alkohol).
4. Menyegerakan datang ke tempat salat jumat.
5. Memperbanyak doa dan salawat nabi.
6. Membaca Alquran dan zikir sebelum khutbah jumat dimulai.

sumber : http://organisasi.org/pengertian-shalat-jumat-hukum-syarat-ketentuan-hikmah-dan-sunah-solat-jumat

Manusia sebagai Makhluk Yang Sempurna

Sedangkan Iblis adalah makhluk Allah yang paling hina, karena orientasi hidupnya terfokus pada kerusakan dan penyesatan manusia dari jalan yang lurus. Kemuliaan Malaikat adalah karena mereka tidak putus-putusnya bertasbih dan memuji kebesaran Tuhan-Nya. Lain lagi dengan hewan. Hewan adalah makhluk yang tidak punya akal dan perasaan seperti manusia.

Desain dan struktur tubuhnya sangat jauh berbeda dibandingkan dengan tubuh manusia, akan tetapi memiliki nafsu atau syahwat makan, minum dan biologis seperti manusia. Karena syahwat hewaniyahnya yang mendominasi dan menggerakkan hidupnya maka setiap saat hidup hewan hanya untuk memenuhi syahwat makan dan syahwat biologis Sebab itu, hewan tidak Allah pilih menjadi Khalifah-Nya di atas bumi.


Adapun kemuliaan manusia bermula ketika Allah berkehendak menjadikan Adam sebagai Khalifah-Nya di atas muka bumi dengan misi ibadah kepada-Nya. Kehendak Allah menjadikan manusia sebagai Khalifah-Nya di bumi itu tentunya berdasarkan ilmu dan perencanaan-Nya yang sangat matang. Sebab itu, ketika para malaikat mempertanyakan rencana Allah tersebut, Allah menjawabnya: “Sungguh Aku mengetahui apa yang kalian tidak ketahui.” (QS. Al-Baqarah : 30).

Kemuliaan tersebut bukan karena subyektivitas Tuhan Pencipta yang Maha Kuasa atas segala makhluk-Nya, melainkan berdasarkan standar ilmiyah terkait dengan rancangan penciptaan yang sangat sempurna baik fisik maupun non fisik seperti akal, qalb (hati), tanpa kehilangan syahwat dan nafsu hewaniyahnya, demikian juga gerak mekanik seluruh tubuhnya yang demikian indah dan dinamis. Dengan demikian, manusia dianugerahkan berbagai kelebihan, dan kelebihan-kelebihan tersebut tidak diberikan Allah kepada makhluk lain selain manusia dan telah pula menyebabkan mereka memperoleh kemuliaan-Nya. Allah menjelaskan-Nya :

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (QS. Al Isra’ : 70)

Namun demikian, kemulian manusia erat kaitannya dengan komitmen mereka menjaga kelebihan-kelebihan tersebut dengan cara menggunakannya secara optimal dan seimbang sesuai dengan kehendak yang telah dirancang Tuhan Pencipta.

Manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia selama mereka dapat memanfaatkan secara optimal tiga anugerah keistimewaan / kelebihan yang mereka miliki yakni, Spiritual, Emotional, dan Intellectual dalam diri mereka sesuai misi dan visi penciptaan meraka.

Namun apabila terjadi penyimpangan misi dan visi hidup, mereka akan menjadi makhluk paling hina, bahkan lebih hina dari binatang dan Iblis bilamana mereka kehilanan control atas ketiga keistimewaan yang mereka miliki. Penyimpangan misi dan visi hidup akan menyebabkan derajat manusia jatuh di Mata Tuhan Pencipta dan di dunia.

Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al A’raf : 179).

Mari kita luruskan misi dan visi hidup kita agar sesuai dengan kehendak Tuhan Pencipta Allah SWT, semoga kita dapat tetap menjaga kemuliaan tersebut sehingga derajat kita tidak dipandang rendah baik di Mata Tuhan maupun di antara makhluk ciptaan-Nya, amin.

sumber : http://www.gudangmateri.com/2010/12/manusia-makhluk-yang-sempurna.html