Betawi Pada Zaman Kolonial

Jayakarta Pada Masa Itu Memang Menarik Begitu Banyak Peminat. Terutama hasil ladanya yang sangat bagus dan Daerahnya relatif tenang dan aman. Oleh karena Itu Pelabuhan Sunda Kelapa makin lama makin terkenal. Kapal dan perahu yang singgah makin banyak. Cukai pelabuhan dan barang barang masuk ke kas kadipaten. Pejabat tertinggi Kdaipaten Jayakarta menyewakan tanah di sekitar pelabuhan kepada pedagang Eropa. Dengan demikian pemasukan kadipaten makin besar.

Belanda pertama kali datang ke jayakarta tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis De Houtman. Setelah Mendirikan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) Pada tahun 1602. Belanda semakin kuat kedudukannya. Belanda yang awalnya memilih Banten sebagai Pelabuhan dagangnya. Kemudian juga melirik Jayakarta pada tahun 1617 mereka meminta izin untuk berdagang di sana, Mereka Mendapat Sebidang Tanah untuk membangun kompleks pergudangan yang di kelilingi benteng bernama Het foort van jacatra (benteng Jakarta). Belanda dan Inggris kemudiian saling bersaing berebut pengaruh Jayakarta. Dan mengambil bagian dalam setiap konflik yang terjadi di antara penguasa lokal untuk mendapatkan keuntungan.

Jayakarta. Banteng, dan Inggris, tak berkenan dengan kehadiran benteng Belanda itu. Mereka mulai mengganggu keberadaan Belanda di Jayakarta. Pada Akhir tahun 1618, Inggris berhasil mengambil hati masyarakat setempat untuk menduduki pos perdagangan Belanda. Belanda Kemudian Mundur dari Jayakarta pada 1619 pecah perang Antara Inggris Dan Belanda. Perang yang berakhir pada tanggal 30 Mei 1619 itu dimenangkan Pasukan Belanda yang di pimpin jenderal VOC Jan Pieterszoon Coen. Kota jayakarta yang hancur-lebur lalu di bangun kembali dengan nama Batavia. Inilah awal zaman kolonial Belanda di Jakarta, yang baru berakhir lebih dari tiga abad kemudian, hingga kedatangan Jepang pada tahun 1942 dan kemerdekaan pada 1945.

Ketika Jan Pietesszoon coen merebut Jayakarta, nyaris seluruh pendudukannya mengungsi ke Banten atau ke kaki Gunung Salak Dan Gunung Gede. selanjutnya Batavia di huni oleh para pendatang baru dari jawa dan luar Jawa, sehingga Batavia disebut juga "City Of Migrants". Coen kala itu membakar Keraton Jayakarta (areal yang sekarang berdiri Hotel Omni Batavia) . Coen juga mengusir orang-orang Jayakarta, yang sebagian besar lalu Hijrah ke Jatinegara Kaun. Mereka hingga kini masih eksis, menyebut dirinya orang Kaum, berbahasa Sunda. Dalam catatan sejarah jan pieterszoon Coen, mendatangkan budak-budak dari daerah-daerah di Nusantara, bahkan Asia selatan, untuk membangun sarana fisik kota. Coen kemudian juga membangun benteng yang kuat dan besar di sepanjang pantai.

Benteng ini ternyata mampu bertahan dari berbagai serangan termasuk serbuan dari Kesultanan Baten di barat dan Kerajaan Mataram di timur . Raja Mataram Sultan Agung menyerang Batavia pada tahun 1628, namun serangan itu gagal total dan menimbulkan kerugian besar bagi Mataram. Serbuan kedua Mataram dilancarkan pada tahun 1629, Namun gagal lagi dan sejak saat itu Mataram tidak pernah mencoba lagi untuk menyerang Batavia.

Kekuasaan VOC sendiri Berakhir pada tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan dalam keadaan terlilit korupsi dan penggelapan kekayaan yang luar biasa oleh pejabat-pejabatnya. Kekuasaan VOC yang oleh orang Betawi disebut Kumpeni, akhirnya digantikan oleh kekuasaan pemerintahan Hindia Belanda yang langsung dibawah Pemerintah Kerajaan Belanda


Ditulis Oleh : Fauzi Akbar // Rabu, Oktober 06, 2010
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar