
NOVA/Hasuna Daylailatu
Purwaceng
"Dulu ramuan ini rata-rata hanya terjual 200 botol per bulan, tetapi sekarang bisa mencapai 500 botol per bulan," kata Saroji (60), peracik ramuan purwaceng di Desa Dieng Kidul, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Sabtu (10/7/2010).
Menurut dia, peningkatan permintaan dari konsumen di luar Kabupaten Banjarnegara seperti Jakarta, Surabaya, dan Papua ini dirasakan cukup signifikan semenjak sejumlah televisi menayangkan liputan khusus mengenai proses pembuatan ramuan ini.
Selain itu, kata dia, sejumlah konsumen mengaku tertarik mencoba ramuan purwaceng setelah ada rekannya yang merasakan khasiat ramuan tersebut.
"Ramuan ini konon dapat digunakan untuk menjaga stamina tubuh, memperlancar peredaran darah, dan mengobati masuk angin. Bahkan berdasarkan peneletian beberapa ahli, tanaman purwaceng dapat membantu meningkatkan fertilitas (kesuburan, red.)," katanya.
Ia mengatakan, tanaman purwaceng (Pimpenella fruaca atau Pimpenella alpina) hanya dapat tumbuh di Dataran Tinggi Dieng yang meliki ketinggian 2.093 meter di atas permukaan laut.
Kalaupun dapat tumbuh di luar wilayah Dieng, kata dia, bentuk tanamannya berbeda karena daunnya menjadi lebih panjang dan keharumannya pun tak sama.
"Saya tak mau membuat ramuan ini dengan sembarang tanaman purwaceng. Tanaman itu harus asli Dieng dan saya membuatnya tanpa campuran apapun," katanya.
Sementara itu, untuk ramuan purwaceng yang dihasilkannya, kata dia, terdiri atas tiga jenis, yakni rendaman akar purwaceng, serbuk dan akar purwaceng, serta daun purwaceng.
"Saya kalau ada tambahan modal ingin mencoba membuat ramuan purwaceng ini dalam kemasan kapsul maupun serbuk instan demi memudahkan konsumen dalam mengkonsumsinya," kata Saroji.
"Ramuan ini konon dapat digunakan untuk menjaga stamina tubuh, memperlancar peredaran darah, dan mengobati masuk angin. Bahkan berdasarkan peneletian beberapa ahli, tanaman purwaceng dapat membantu meningkatkan fertilitas (kesuburan, red.)," katanya.
Ia mengatakan, tanaman purwaceng (Pimpenella fruaca atau Pimpenella alpina) hanya dapat tumbuh di Dataran Tinggi Dieng yang meliki ketinggian 2.093 meter di atas permukaan laut.
Kalaupun dapat tumbuh di luar wilayah Dieng, kata dia, bentuk tanamannya berbeda karena daunnya menjadi lebih panjang dan keharumannya pun tak sama.
"Saya tak mau membuat ramuan ini dengan sembarang tanaman purwaceng. Tanaman itu harus asli Dieng dan saya membuatnya tanpa campuran apapun," katanya.
Sementara itu, untuk ramuan purwaceng yang dihasilkannya, kata dia, terdiri atas tiga jenis, yakni rendaman akar purwaceng, serbuk dan akar purwaceng, serta daun purwaceng.
"Saya kalau ada tambahan modal ingin mencoba membuat ramuan purwaceng ini dalam kemasan kapsul maupun serbuk instan demi memudahkan konsumen dalam mengkonsumsinya," kata Saroji.

0 komentar:
Posting Komentar