
BEIJING, AkuJagoan.com - Hujan deras dan angin kencang yang melanda Asia Timur, Kamis (15/7), memaksa pihak berwenang mengungsikan ratusan ribu orang dari rumah-rumah mereka di Jepang, dan China bersiaga menghadapi banjir terburuknya dalam beberapa tahun.
Di Filipina, aliran listrik secara berangsur mulai pulih untuk jutaan pelanggan di dan sekitar Manila setelah Topan Conson menghantam ibu kota Filipina itu Selasa malam dan menewaskan 23 orang dan belasan orang lainnya hilang. Badan Risiko Badai Tropis menurunkan tingkat topan itu menjadi badai tropis, Kamis, tetapi biro cuaca Filipina mengatakan, pihaknya memperkirakan topan itu akan meningkat kekuatannya ketika berada di Laut China Selatan dan menuju China selatan dan Vietnam utara.
Conson diperkirakan akan menghantam daratan Jumat malam, kata laman internet Risiko Badai Tropis. Topan dan badai tropis sering menghantam Filipina, Taiwan dan Jepang dalam pertengahan kedua setiap tahun. Topan dan badai tropis itu menghimpun kekuatan dari air yang hangat di Samudra Pasifik atau Laut China Selatan sebelum biasanya melemah di daratan.
Kantor berita Jepang Kyodo mengatakan pemerintah-pemerintah lokal merekomendasikan sekitar 300.000 orang dievakuasi dari rumah-rumah mereka, sementara Badan Meteorologi meramalkan hujan deras akibat sistem cuaca terpisah untuk daerah barat dan timur negara itu akan turun Kamis malam.
China tengah akan menghadapi banjir terburuk sejak tahun 1998, ketika ribuan orang tewas, sementara hujan terus mengguyur di hulu dan tengah sungai Yangtze. "Kendatipun situasi di Sungai Yangtze sekarang masih belum mencapai tingkat bahaya, keadaannya sangat membahayakan," kata surat kabar China Daily yang mengutip pernyataan pejabat senior urusan banjir, Wang Jingguang.
"Jika hujan lebat menghantam daerah hulu Sungai Yangtze, ditambah dengan hujan di tengah dan hilir, banjir seperti yang terjadi tahun 1998 akan terulang kembali," kata Wang. "Tidak ada alasan untuk optimisme karena Topan Conson yang akan memasuki wilayah itu akan menambah situasi yang buruk dalam pengendalian banjir."
Banjir di Sungai Yangtze tahun 1998 menewaskan lebih dari 4.000 orang dan lebih dari 18 juta orang diungsikan, kata surat kabar itu. Hujan yang melanda daerah luas China selatan menewaskan 400 orang tahun ini.
Badai-badai pekan lalu di provinsi-provinsi Yunnan, Sichuan dan Hunan menewaskan setidaknya 41 orang dan menyebabkan hampir 40 orang lainnya hilang, banyak yang terkubur tanah longsor.
Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao memerintahkan pemerintah-pemerintah lokal meningkatkan usaha-usaha pertolongan dan medesak agar penduduk yang tinggal di daerah-daerah yang berada dalam ancaman banjir dan topan direlokasikan untuk menghadapi bencana alam itu.
Kantor berita Jepang Kyodo mengatakan pemerintah-pemerintah lokal merekomendasikan sekitar 300.000 orang dievakuasi dari rumah-rumah mereka, sementara Badan Meteorologi meramalkan hujan deras akibat sistem cuaca terpisah untuk daerah barat dan timur negara itu akan turun Kamis malam.
China tengah akan menghadapi banjir terburuk sejak tahun 1998, ketika ribuan orang tewas, sementara hujan terus mengguyur di hulu dan tengah sungai Yangtze. "Kendatipun situasi di Sungai Yangtze sekarang masih belum mencapai tingkat bahaya, keadaannya sangat membahayakan," kata surat kabar China Daily yang mengutip pernyataan pejabat senior urusan banjir, Wang Jingguang.
"Jika hujan lebat menghantam daerah hulu Sungai Yangtze, ditambah dengan hujan di tengah dan hilir, banjir seperti yang terjadi tahun 1998 akan terulang kembali," kata Wang. "Tidak ada alasan untuk optimisme karena Topan Conson yang akan memasuki wilayah itu akan menambah situasi yang buruk dalam pengendalian banjir."
Banjir di Sungai Yangtze tahun 1998 menewaskan lebih dari 4.000 orang dan lebih dari 18 juta orang diungsikan, kata surat kabar itu. Hujan yang melanda daerah luas China selatan menewaskan 400 orang tahun ini.
Badai-badai pekan lalu di provinsi-provinsi Yunnan, Sichuan dan Hunan menewaskan setidaknya 41 orang dan menyebabkan hampir 40 orang lainnya hilang, banyak yang terkubur tanah longsor.
Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao memerintahkan pemerintah-pemerintah lokal meningkatkan usaha-usaha pertolongan dan medesak agar penduduk yang tinggal di daerah-daerah yang berada dalam ancaman banjir dan topan direlokasikan untuk menghadapi bencana alam itu.

Kok banyak banjir ya? Semoga Allah melindungi kita
BalasHapusSalam ukhuwah