Busway Pisahkan Antrean Pria dan Wanita


R.A. KHAIRUN NISA
Antrean di sebuah halte bus transjakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Layanan Umum Transjakarta Busway memisahkan antrean khusus pria dan wanita di halte busway mulai Kamis (10/6/2010), menyusul terjadinya pelecehan seksual beberapa waktu lalu.

"Pemisahan ini dilakukan bukan hanya karena terjadi pelecehan seksual saja, tapi karena BLU (Badan Layanan Umum) ingin melakukan perbaikan," kata Manager Pengendalian BLU Transjakarta Gunardjo di Jakarta, Kamis (10/6/2010).

Dengan demikian, keseluruhan halte bus transjakarta sejumlah 140 buah di delapan koridor akan dibuat dua antrean.

Pengaturan itu, katanya, diharapkan dapat mengurangi atau bahkan meniadakan tindakan pelecehan seksual seperti yang dilakukan salah seorang penumpang pria bernama Anton kepada penumpang wanita Foni yang terjadi pada Sabtu (5/6/2010) lalu.

"Tapi ini memang masih hari pertama, jadi pasti sosialisasinya masih belum berjalan penuh. Penumpang juga masih belum terbiasa pastinya," kata Gunardjo.

Untuk penumpang cacat, lanjut usia (lansia), anak-anak dan orang sakit akan diarahkan untuk mengantre di antrean khusus perempuan karena dinilai akan lebih rapi dari antrean untuk pria.

Sementara untuk antrean bagi pria, diharapkan untuk tertib di jalur antrean yang sudah disediakan.

Namun meskipun antrean dipisahkan, di dalam bus para penumpang tidak akan dipisahkan tempat duduknya.

Penumpang akan dipersilakan masuk tanpa diarahkan ke kursi tertentu.

Tidak adanya pemisahan di dalam bus, dikatakan Gunardjo, karena kurang memadainya fasilitas BLU untuk melaksanakan itu karena jumlah bus yang masih kurang.

Usulan DPRD untuk menambah petugas keamanan di bus juga akan dilakukan BLU Transjakarta meskipun tidak merata.

Menurut Gunardjo, penambahan petugas akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di masing-masing bus, halte dan koridor.

"Jadi bisa saja di satu bus ada penambahan petugas tapi di bus lain tidak ada karena kebutuhannya berbeda," kata Gunardjo.

Sedangkan untuk usulan pemasangan CCTV (closed circuit television) di dalam bus, BLU masih harus menunggu persetujuan Pemprov DKI dan DPRD karena menyangkut pengalokasian anggaran untuk instalasi.

"Ini masalah penganggaran dana. Kalau mau dipasang CCTV, itu harus ditambah lagi alokasinya. Dan itu pasti tidak sebentar dan butuh pertimbangan banyak," katanya.



Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Ke Blog Ini.Dan Folow AkuJagoan Dalam Facebook AkuJagoan.Dan Harap Untuk Mengisi Buku Tamu.Terima Kasih Atas PerhatianNya.


Ditulis Oleh : Fauzi Akbar // Kamis, Juni 10, 2010
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar