shutterstock Ilustrasi Kompas.com - Semua orang tahu, kreativitas adalah modal untuk bertahan dan sukses di kehidupan. Berikut poin inspirasi untuk


shutterstock
Ilustrasi

Kompas.com - Semua orang tahu, kreativitas adalah modal untuk bertahan dan sukses di kehidupan. Berikut poin inspirasi untuk membentuk anak kreatif:

1. Pilih pola asuh yang pas. Tidak perlu mengontrol dan meminimalkan larangan. Dengan begitu, anak menemukan kebebasan dalam berkreasi.

2. Jangan melakukan kritikan yang mematikan. Kalau mau, berikan koreksi yang membangun. "Wuih, hebat pesawatnya bagus. Cuma, kalau mau terbangnya lebih tinggi coba bikin sayapnya agak besar."

3. Berikan rasa aman dan percaya diri. Dengan ini anak akan menjadi seorang yang berani, tidak ragu, berani mengambil keputusan, berani mengambil risiko, dan bertanggung jawab.

4. Hargai karya anak. Seperti apa bentuknya? Cukup dengan perkataan positif, memberikan pujian yang tulus, atau sesekali boleh memberikan hadiah.

5. Berikan tantangan. Dengan cara ini, anak akan "memeras" otak untuk mendapatkan jalan keluar. Otaknya pun akan terus dirangsang untuk berpikir kreatif, menyukai tantangan, dan menguasai keterampilan tertentu.

6. Tidak memanjakan anak. Memberikan rasa kasih sayang memang perlu, tapi tidak harus memanjakannya. Selain membuat anak malas, kreativitasnya juga bisa mandek.

7. Jalin komunikasi yang baik. Ini adalah kunci kesuksesan membentuk anak kreatif. Jika komunikasi kita nyambung dan dimengerti anak, apa yang kita mau atau upayakan akan tercermin dalam usaha anak.

8. Sering-sering memberikan pilihan pada anak. Dengan ini anak akan terbiasa dan terkondisi untuk bisa menilai sesuatu, selektif, hati-hati, dan membuat pertimbangan. Beberapa tindakan berikut bisa dicoba:
- Beri anak kebebasan memilih saat kita membelikan sesuatu.
- Hindari "salah" atau "jangan" dalam setiap perkataan. Lebih baik katakan, "sebaiknya", "kurang benar" dan kata sejenis yang menunjukkan adanya alternatif lain.
- Hargai setiap pendapat anak.

9. Jangan menyepelekan anak. Mungkin karena menganggapnya masih terlalu kecil, anak tidak dianggap keberadaannya. Jadi, libatkan anak dalam diskusi, sharing, atau mengajaknya melakukan aktvitas bersama. Dengan cara itu akan ada banyak masukan yang anak terima, juga dia akan mempunyai banyak bahan yang bisa membuatnya kreatif.

Tulisan Di Atas Boleh Di Copy Dan Paste.Tulis Asal NaraSumber..


Ditulis Oleh : Fauzi Akbar // Sabtu, Mei 22, 2010
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar