Rawan Kecelakaan, Rambu Petunjuk di Jalan Layang Tugu 66 Dipindahkan



Tugu 66 (dok detikcom)
Jakarta - Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya meninjau ulang jalan layang Tugu 66 yang menghubungkan Jl HR Rasuna Said, Kuningan dengan Jl Latuharhary, Jakarta Pusat. Pasca kecelakaan mobil Toyota RAV4 yang menewaskan 3 pelajar beberapa bulan lalu, jalur tersebut dianggap jalur black spot (rawan kecelakaan).

"Jalur tersebut memang rawan kecelakaan oleh karena itu kita akan meninjau ulang jalur tersebut," kata Kepala Seksi Kecelakaan Direktorar Lalulintas Polda Metro Jaya Kompol Herman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/5/2010).

Dalam mengkaji ulang jalan tersebut, Ditlantas Polda Metro Jaya mengundang Philip, ahli infrasturktur Indonesian Inisiative Infrastructure (Indii) Australia dan ahli transportasi Dr Tri Utoyo. Setelah mereka meninjau, penempatan rambu-rambu lalulintas di FO tersebut dianggap buruk.

"Karena saat tanjakan, tidak adanya rambu-rambu petunjuk sebelum adanya pemisahan lajur untuk memutar dan lurus," lanjut Herman.

Rambu yang dianggap buruk oleh ahli transportasi dan infrastruktur itu yakni petunjuk arah lurus ke Jl HOS Cokroaminoto, belok ke kiri yang mengarah ke Manggarai dan belok kanan ke Salemba.

Selain itu, pemasangan rambu petunjuk arah ke Manggarai dan Menteng dinilai tidak sesuai. Rambu tersebut diletakkan setelah jalan layang di sebelah kanan yang mengarah ke Menteng, Jakarta Pusat atau setelah jalan menyeplit ke arah Jl Latuharhary dan Menteng.

"Sehingga orang yang mau membelok ke arah Manggarai menjadi bingung, karena rambunya ada di setelah jalan menyempit," jelasnya.

Dalam waktu dekat, Ditlantas Polda Metro akan meminta Dinas Perhubungan untuk memindahkan rambu tersebut. "Itu sudah menjadi konsekuensi Dishub," imbuhnya.

Herman mengatakan, rambu tersebut akan dipindahkan dalam pekan ini. "Dipindahkan ke jalan layang sebelah kanan yang mengarah ke Menteng, Jakarta Pusat, sebelum kendaraan mengarah ke Latuharhary," paparnya.

Selain itu, pembuatan taman segitiga yang memisahkan jalan yang berada di ujung jalan layang terlalu memakan badan jalan. Jalan layang yang tadinya empat lajur, menyempit menjadi dua lajur.

"Lalu setelah Izzi Pizza, lajur melebar lagi menjadi 3 lajur. Seharusnya, tetap 3 lajur," imbuhnya.

Namun, untuk mengupas taman segitiga itu, kata dia, memerlukan biaya yang cukup besar. "Ini baru wacana saja. Yang penting memindahkan dulu rambu petunjuk arah dulu," tukasnya.

Herman mengatakan, setelah kecelakaan mobil Toyota RAV4 yang menewaskan 3 pelajar, dalam tahun ini, sudah terjadi dua kecelakaan serupa. "Total tiga kejadian kecelakaan. Tapi kecelakaan yang dua itu tidak mengakibatkan kematian," tandasnya.


Ditulis Oleh : Fauzi Akbar // Rabu, Mei 19, 2010
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar